Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026 Edukasi Warga Labuhan soal Konservasi Mangrove dan Hasil Laut
Sekitar 20 peserta dari kalangan petambak, nelayan, ibu-ibu UMKM, dan pemuda-pemudi Desa Labuhan mengikuti dua materi sekaligus: konservasi mangrove dan
EditorTim Redaksi JatimSatuNews
Diperbarui 3 September 2026, 16:54 WIB
Sesi foto bersama Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026, narasumber, dan perwakilan masyarakat usai kegiatan edukasi Bahari Lestari di Gedung Serbaguna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Kamis (20/8/2026). (Foto: Tim PPK Ormawa BEM UNESA)
LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tim PPK Ormawa BEM UNESA 2026 menggelar edukasi Bahari Lestari di Gedung Serba Guna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Kamis (20/8/2026). Sekitar 20 peserta dari kalangan petambak, nelayan, ibu-ibu UMKM, dan pemuda-pemudi Desa Labuhan mengikuti dua materi sekaligus: konservasi mangrove dan keamanan pangan hasil laut.
Kegiatan dibuka Enge Grecia Eka Septiana selaku MC. Anissa Dwi Khasanah menyampaikan sambutan sekaligus menyebut sesi ini sebagai edukasi terakhir sebelum warga masuk tahap praktik. “Terima kasih kepada Bapak, Ibu, dan adik-adik yang sudah berkenan hadir. Kegiatan ini merupakan edukasi terakhir yang kita lakukan.
Harapannya, apa yang sudah disampaikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena setelah ini tinggal praktik-praktiknya,” ujarnya. Sambutan dari pihak desa disampaikan Bapak Tamam selaku Kepala Dusun Kentong. “Alhamdulillah, saat ini kita bisa berkumpul dan bermusyawarah mengenai pengelolaan ekosistem pesisir dan potensi mangrove untuk mendukung lingkungan Labuhan yang berkelanjutan. Kalau kita melihat, potensi di Labuhan ini sangat banyak. Semoga bisa kita manfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Materi pertama disampaikan Yenny Larasati, SKM., S.ST., M.M., dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan. Ia menjelaskan mangrove sebagai tumbuhan pesisir yang beradaptasi di zona pasang surut, dengan fungsi melindungi pesisir, jadi habitat biota, menyimpan karbon, dan mendukung penghidupan masyarakat. “Mangrove bukan hanya tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. Kawasan mangrove Lamongan tersebar di Kecamatan Paciran dan Brondong, seluas sekitar 135,59 hektare, dengan 114 hektare berada di Brondong. Yenny juga memaparkan empat langkah konservasi: inventarisasi dan pemantauan, edukasi, integrasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor.
Materi kedua disampaikan Serotytto Pasadhena, S.Tr.Kes. Ia mengingatkan bahwa pangan bergizi harus diolah dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan. “Kalau kita berbicara tentang pangan, yang perlu diperhatikan bukan hanya kandungan gizinya, tetapi juga bagaimana pangan tersebut aman untuk dikonsumsi. Hygiene dan sanitasi sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran selama proses pengolahan,” paparnya.
Iklan
Ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, hingga rumput laut disebut sebagai sumber protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Peserta juga diajak memahami pemilihan bahan, kebersihan tangan dan peralatan, penyimpanan, hingga proses memasak hasil laut sampai matang.
Kedua materi diikuti peserta dengan cukup aktif tanpa kendala berarti. Bekal ini akan dibawa warga Labuhan ke tahap praktik penanaman mangrove sekaligus diterapkan dalam pengolahan hasil laut sehari-hari.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.