BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya meningkatkan pemahaman konsep matematika sejak bangku sekolah dasar terus digencarkan sivitas akademika perguruan tinggi. Menjawab kendala siswa yang kerap menghafal rumus luas bangun datar tanpa memahami maknanya, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Departemen Matematika Fakultas Sains Terapan dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya menggelar sosialisasi alat pembelajaran inovatif bertajuk “Lantai Pintar Geometri” di SDN Giripurno 01 Kota Batu, pada Rabu (16/9/2026).
Kedatangan rombongan akademisi kampus tersebut disambut hangat oleh Kepala SDN Giripurno 01 Batu, Eny Isnaini, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Eny mengapresiasi kehadiran perangkat berbasis teknologi tepat guna ini di sekolahnya. Ia menuturkan bahwa kehadiran teknologi ramah anak sangat dibutuhkan untuk membantu guru merancang metode pembelajaran yang lebih adaptif, menarik, dan tidak monoton.

Ketua Tim PkM Departemen Matematika FSTeM UB, Dr. Sa’adatul Fitri, M.Sc., menjelaskan bahwa media ajar ini lahir dari telaah terhadap tiga problem mendasar dalam proses pembelajaran geometri, yakni kendala konseptual siswa yang sekadar menghafal rumus, keterbatasan guru dalam meramu modul digital berbasis mikrokontroler, hingga rasa jenuh peserta didik akibat materi yang dipandang terlalu abstrak.

“Melalui pendekatan Realistic Mathematics Education atau RME, kita ingin mengubah pola pikir bahwa matematika itu rumit. Alat ini didesain agar anak-anak dapat menyentuh, mencoba, dan membuktikan sendiri secara visual bahwa perubahan bentuk bidang datar sama sekali tidak merubah luas aslinya,” ujar Dr. Sa’adatul Fitri di hadapan sepuluh tenaga pendidik yang hadir.
Dalam sesi pengenalan teknis, tim pemateri Avin Maulana, M.Si., membedah rancang bangun perangkat yang memadukan papan grid fisik, 32 sensor cahaya LDR, lampu indikator LED, layar LCD pemantau kalkulasi luas dan keliling waktu-nyata (real-time), serta papan Arduino Uno R3 sebagai pusat pengendali sistem.

Avin menerangkan bahwa sistem kendali sengaja dirancang sederhana menggunakan tombol putar tunggal agar guru maupun siswa tidak perlu dipusingkan dengan bahasa pemrograman yang rumit saat mengoperasikannya.
Keseruan semakin terlihat saat puluhan siswa kelas sekolah dasar diajak menjajal tujuh mode permainan ilmiah yang tersemat pada perangkat, mulai dari mode bebas, eksplorasi keliling, penentuan alas dan tinggi, stensil bangun datar, target luas dan keliling, hingga mode transformasi bentuk.
Umpan balik berupa bunyi dan nyala lampu LED seketika memicu sorak riang siswa ketika berhasil menyelesaikan tantangan bangun ruang yang diminta.

Rangkaian kegiatan PkM yang mendukung ketercapaian target Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya pilar pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi kerja tenaga pendidik, serta kemitraan lintas institusi—tersebut dipungkasi dengan penyerahan modul panduan dan unit perangkat Lantai Pintar Geometri dari tim UB kepada pihak sekolah. Melalui hibah teknologi ini, SDN Giripurno 01 Batu diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mencintai matematika lewat sentuhan praktik nyata.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.