Langsung ke konten
Selasa, 15 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Sosialisasi Empat Pilar di Probolinggo, DPD RI Lia Istifhama Ajak Pemuda Berani Speak Up Kawal Regulasi

Pesan inspiratif ini disampaikan oleh senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo, pada

Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama (tengah), berfoto bersama mengepalkan tangan dengan para peserta dan tokoh pemuda dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo, Jumat (11/9/2026).

Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama (tengah), berfoto bersama mengepalkan tangan dengan para peserta dan tokoh pemuda dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo, Jumat (11/9/2026). (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, secara proaktif mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran dan menyuarakan berbagai persoalan riil di tengah masyarakat.

Pesan inspiratif ini disampaikan oleh senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo, pada hari Jumat (11/9/2026).

Di hadapan para peserta yang juga melibatkan elemen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta sejumlah perwakilan penyelenggara pemilu dari unsur Bawaslu Provinsi Maluku hingga KPU tingkat kabupaten/kota di Probolinggo, Ning Lia menguraikan pandangan kebangsaannya.

Baca juga: Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ketua RT dan Warga Wonocolo Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar

Baca juga: DPD RI Lia Istifhama Bagikan Kisah Perjuangan Hidup Saat Sosialisasi Empat Pilar di Surabaya

Menurutnya, fondasi bernegara seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup sebatas dipahami sebagai hafalan atau konsep teoretis. Nilai-nilai luhur tersebut wajib diimplementasikan secara nyata melalui keberpihakan penuh terhadap kepentingan masyarakat luas.

“Saya ingin generasi yang lebih muda dari saya lebih proaktif mengambil peran, harus lebih speak up. Kalau ada regulasi negara yang sudah terlanjur disahkan, kita harus berani berbicara apakah memungkinkan adanya ruang revisi,” ujar politisi berparas cantik tersebut saat membakar semangat para pemuda yang hadir.

Lebih mendalam, Ning Lia menegaskan bahwa organisasi pergerakan mahasiswa menduduki posisi yang sangat strategis dalam upaya menjaga tegaknya nilai-nilai kemanusiaan. Ia menuntut agar gerakan mahasiswa senantiasa mengasah kepekaan terhadap berbagai ketimpangan sosial yang terjadi di sekitarnya.

Sebagai contoh konkret, mantan model ini mengangkat isu krusial mengenai dugaan praktik mafia tanah yang laporannya baru saja ia terima dari masyarakat. Diakuinya, persoalan ini terasa sangat personal mengingat keluarganya sendiri juga tengah berjuang mencari keadilan dalam kasus serupa.

“Tadi malam saya menerima tamu dari masyarakat yang menjadi korban mafia tanah atau mafia bersertifikat. Saya pun juga korban, orang tua saya menjadi korban dan sampai sekarang masih berproses hukum,” kenang Ning Lia dengan nada prihatin menceritakan pengalaman tersebut.

Iklan

Berdasarkan realita pahit itu, senator yang juga dikenal sebagai pecinta batik ini menekankan betapa pentingnya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut serta mengawal kebijakan publik dan peraturan perundang-undangan.

Pasalnya, masih sering dijumpai produk hukum yang dalam praktiknya dinilai belum sepenuhnya mampu menghadirkan rasa keadilan sejati.

Oleh karenanya, Ning Lia sangat berharap kalangan mahasiswa tidak sekadar bersikap pasif dan menjadi penonton. Segala bentuk kritik, gagasan, maupun dorongan untuk merombak regulasi dapat disalurkan secara terukur, konstruktif, dan melalui koridor konstitusional. Kendati demikian, ia memberikan catatan tegas bahwa setiap upaya revisi regulasi harus senantiasa bernafaskan empat pilar kebangsaan.

“Semua harus benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” terangnya secara lugas.

Dalam forum diskusi yang hangat tersebut, wacana mengenai urgensi Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) juga tak luput dari sorotan. Ia menilai bahwa arah pembangunan jangka panjang sangat krusial untuk menjamin agar program strategis berskala nasional tidak terhenti atau mangkrak hanya akibat adanya pergantian pucuk kepemimpinan negara.

“Jangan sampai ketika berganti presiden, pembangunan yang sudah dirancang kemudian tidak dilanjutkan. Di situlah pentingnya PPHN,” imbuhnya memberi pencerahan.

Menutup rangkaian sosialisasi tersebut, Ning Lia kembali mengingatkan bahwa esensi berpolitik sejatinya tidak semata-mata diukur dari pencapaian jabatan, ambisi, apalagi sekadar mengejar kepentingan materi.

Politik sejati haruslah difungsikan sebagai instrumen strategis untuk mengambil posisi demi membawa kemanfaatan serta memberikan solusi tuntas atas berbagai problematika di masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.