Langsung ke konten
Selasa, 8 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Teknologi Tepat Guna Dongkrak Omzet UMKM Kediri hingga 21 Persen

Penerapan teknologi tepat guna mulai memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah

Kegiatan pendampingan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) kepada pelaku UMKM olahan pangan di Desa Cerme, Kabupaten Kediri, guna mengoptimalkan dapur usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki manajemen bisnis.

Kegiatan pendampingan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) kepada pelaku UMKM olahan pangan di Desa Cerme, Kabupaten Kediri, guna mengoptimalkan dapur usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki manajemen bisnis.

KEDIRI | JATIMSATUNEWS.COM: Penerapan teknologi tepat guna mulai memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Melalui program pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang (UM), dua UMKM olahan pangan di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, berhasil meningkatkan kapasitas produksi sekaligus omzet usaha.

Program bertajuk “Optimalisasi Dapur Usaha UMKM Berbasis Olahan Ubi Kayu sebagai Produk Unggulan Kabupaten Kediri untuk Meningkatkan Produktivitas, Branding, dan Pendapatan Usaha” tersebut memasuki tahun kedua pelaksanaan pada 2026. Program diketuai Dr. Dani Irawan, M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

Kegiatan menyasar dua UMKM, yakni UMKM Kerupuk Sermier dan UMKM Keripik Tempe Sagu. Pelaksanaan program mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri.

Baca juga: Universitas Brawijaya Dorong Produktivitas UMKM Jamu Sari Alam melalui Diseminasi Teknologi Tepat Guna

Baca juga: Meningkatkan Literasi Keuangan UMKM melalui Digitalisasi Pencatatan Keuangan, Kelompok KKN SDGs Pemuda Berdampak 38 Desa Sukosewu UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Sosialisasi Pencatatan Keuangan Berbasis Spreadsheet dalam Mendukung SDGs 8 dan Asta Cita 3

Selain Dani Irawan sebagai ketua, tim pelaksana terdiri atas Primasa Minerva Nagari, S.Pd., M.Pd., Ph.D.; Dr. M. Anas Thohir, M.Pd.; serta Wulan Trisnawaty, S.Pd., M.Pd.Program tersebut dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program.

Pada tahap awal, tim melakukan pemetaan kebutuhan masing-masing mitra. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar dalam menentukan teknologi yang diterapkan sekaligus materi pendampingan, mulai dari pengoperasian dan perawatan mesin, sanitasi dan pengendalian mutu, manajemen keuangan, pembukuan digital, branding, hingga pemasaran digital.

Untuk UMKM Kerupuk Sermier, teknologi yang diterapkan meliputi mesin parut ketela, single deep fryer, mixer bumbu, dan multi tray dryer. Sementara itu, UMKM Keripik Tempe Sagu mendapatkan dukungan teknologi berupa double deep fryer, mixer pengaduk bumbu, spinner peniris minyak, dan multi tray dryer.Penerapan teknologi tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Tim bersama mahasiswa pendamping melakukan instalasi, uji coba, pelatihan pengoperasian, serta pendampingan perawatan mesin. Pendekatan tersebut dilakukan agar teknologi yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan dan dioperasikan secara mandiri oleh mitra.

Hasil monitoring periode Mei–Juli 2026 menunjukkan peningkatan kinerja pada kedua UMKM. Kapasitas produksi UMKM Kerupuk Sermier meningkat dari 45 kilogram menjadi 58 kilogram per hari, atau naik 28,9 persen. Sementara itu, kapasitas produksi UMKM Keripik Tempe Sagu meningkat dari 35 kilogram menjadi 48 kilogram per hari, atau naik 37,1 persen.

Iklan

Peningkatan kapasitas produksi tersebut juga diikuti dengan efisiensi waktu produksi. Efisiensi waktu pada UMKM Kerupuk Sermier mencapai 19,4 persen, sedangkan UMKM Keripik Tempe Sagu mencapai 27,1 persen. Di sisi lain, tingkat cacat produk dapat ditekan masing-masing menjadi 2,8 persen dan 2,7 persen.

Dari sisi tata kelola produksi, penerapan standar operasional prosedur (SOP) telah mencapai 100 persen pada kedua mitra. Kemampuan mitra dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) dan margin juga mencapai 100 persen. Sementara itu, kemampuan melakukan pencatatan keuangan secara digital telah mencapai 100 persen dan kemampuan menghitung break-even point (BEP) mencapai 90 persen.

Dampak peningkatan kinerja tersebut turut terlihat pada aspek ekonomi. Omzet UMKM Kerupuk Sermier meningkat menjadi Rp14,52 juta per bulan, atau naik 21 persen, sedangkan omzet UMKM Keripik Tempe Sagu mencapai Rp14,4 juta per bulan, atau meningkat 20 persen.

Peningkatan omzet tersebut juga diikuti dengan perbaikan keuntungan usaha. Laba bersih UMKM Kerupuk Sermier mencapai sekitar Rp4,35 juta per bulan, sedangkan UMKM Keripik Tempe Sagu mencapai sekitar Rp4,20 juta per bulan.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, program juga diarahkan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat identitas produk. Jangkauan pasar UMKM Kerupuk Sermier meningkat dari 40 persen menjadi 65 persen, sedangkan Keripik Tempe Sagu meningkat menjadi 62 persen.

Kedua mitra kini masing-masing telah memiliki tiga reseller aktif, tiga mitra distribusi, dua marketplace, dan dua media sosial aktif. Kontribusi penjualan melalui kanal digital mencapai 27 persen pada UMKM Kerupuk Sermier dan 26 persen pada UMKM Keripik Tempe Sagu.

Penguatan aspek produksi, manajemen, dan pemasaran tersebut menunjukkan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong UMKM berbasis potensi lokal agar lebih produktif dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Iklan

Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, program diarahkan untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 dan IKU 5.

Ke depan, program akan diarahkan pada penguatan manajemen stok dan pengendalian mutu berbasis digital, pengembangan brand storytelling, penyempurnaan kemasan untuk memasuki pasar ritel modern, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan pemasaran melalui marketplace nasional.

Ketua pelaksana, Dr. Dani Irawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun kedua 2026.

“Dukungan ini memungkinkan proses transfer teknologi, pendampingan, dan penguatan kapasitas UMKM dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Dani.

Ia berharap teknologi dan pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh mitra serta berkembang menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa teknologi yang telah diterapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong penguatan manajemen usaha, kualitas produk, branding, dan perluasan pasar,” katanya.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM dapat menghasilkan intervensi yang terukur serta memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan usaha masyarakat.

Penulis: Dr. Dani Irawan, M.Pd.Dosen Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.