Langsung ke konten
Selasa, 8 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan BEM PTNU Tapal Kuda Jatim Serukan Pengawalan Isu HAM

Melalui gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 yang dihelat di Aula Utama Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan pada Selasa (8/9/2026), aliansi

Potret kebersamaan delegasi BEM, pemuda NU, dan tokoh pergerakan seusai merumuskan resolusi keadilan sosial dalam acara Tapal Kuda Youth Summit 2026 di Aula Utama UNU Pasuruan, Selasa (8/9/2026).

Potret kebersamaan delegasi BEM, pemuda NU, dan tokoh pergerakan seusai merumuskan resolusi keadilan sosial dalam acara Tapal Kuda Youth Summit 2026 di Aula Utama UNU Pasuruan, Selasa (8/9/2026).

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Isu penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan struktural kembali menggema kuat di kalangan pergerakan mahasiswa. Melalui gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 yang dihelat di Aula Utama Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan pada Selasa (8/9/2026), aliansi mahasiswa se-kawasan Tapal Kuda secara tegas mendesak adanya langkah taktis dan nyata dari generasi muda dalam mengawal isu-isu kerakyatan.

Mengangkat tema besar seputar respons kritis dan peran strategis pemuda NU terhadap pelanggaran HAM di Indonesia, acara ini sukses menjelma menjadi ruang konsolidasi penting bagi berbagai elemen pergerakan di Jawa Timur. Peninjauan di lokasi menunjukkan bahwa forum tersebut tidak hanya didominasi oleh delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), melainkan turut diramaikan oleh perwakilan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Omek), jajaran pengurus kepemudaan, hingga ragam badan otonom (Banom) di bawah naungan NU Pasuruan Raya.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menyoroti urgensi peran aktif mahasiswa yang harus melampaui batas-batas akademis. Ia mengingatkan agar mahasiswa dan pemuda tidak hanya terjebak pada ruang-ruang diskusi teoretis, melainkan wajib turun langsung mengawal kebijakan publik serta ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Ubaidillah memaparkan bahwa generasi saat ini berhadapan dengan tantangan nyata berupa ancaman ketimpangan ekologis terhadap ruang hidup, perampasan ruang sipil, hingga mandeknya proses hukum pada rentetan kasus struktural.

Baca juga: BEMPTNU Tapal Kuda Tanggapi Insiden Peluru Nyasar di Alastlogo Belum Terungkap, Desak Penyelidikan Transparan Polres Pasuruan Kota

Baca juga: M. Nizar Ulul Azmi Pandaan, Caleg Dapil 6 Kabupaten Pasuruan, Bertekad Mengangkat Derajat Warga Pedesaan

“Elemen mahasiswa, dan seluruh organ pemuda NU harus mengambil peran sebagai penyeimbang yang kritis. Kita harus berani menuntut akuntabilitas di setiap lini pemerintahan agar keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang berkuasa,” tegas Ubaidillah di hadapan peserta forum.

Iklan

Lebih jauh, ia mendorong agar pola advokasi lintas elemen dirancang lebih terstruktur ke depannya, mencakup kajian dokumen perencanaan daerah, analisis kebijakan anggaran, hingga aksi langsung di lapangan untuk melawan ketidakadilan.

Dorongan untuk memperkuat barisan juga disuarakan oleh Koordinator Daerah (Korda) Tapal Kuda BEM PTNU Jawa Timur, Mudassir. Ia mengungkapkan betapa pentingnya merajut sinergitas pergerakan antar-kampus dan lintas organisasi di zona Tapal Kuda. Mengingat kawasan ini memiliki karakteristik demografis dan problematika sosial yang khas, konsolidasi dinilai mutlak diperlukan agar mahasiswa memiliki daya tawar yang tangguh dalam merespons isu regional maupun nasional.

“Generasi muda NU dan kelompok pergerakan di wilayah Tapal Kuda harus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam merespons isu HAM secara reaktif, tetapi juga memetakan secara proaktif potensi pelanggaran hak-hak masyarakat sipil di daerah masing-masing,” ungkap Mudassir.

Jalannya Youth Summit ini turut dikawal oleh deretan tokoh strategis yang bertindak sebagai pembicara utama, meliputi perwakilan Pimpinan UNU Pasuruan, Tenaga Ahli Kementerian HAM Feri Malik Kusuma yang tersambung secara daring, serta delegasi dari KPU dan DPRD Provinsi Jawa Timur. Puncak dari pertemuan ini melahirkan kesepakatan bersama antar-elemen untuk terus merawat nyala api pergerakan dan menjadikan resolusi forum sebagai pedoman utama advokasi kerakyatan di wilayah Tapal Kuda.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.