Langsung ke konten
Minggu, 13 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

KDM Gelar Parenting Gratis Setiap Enam Bulan, Hadirkan Dosen Senior UMM dan Bikin Orang Tua Larut dalam Haru

Komitmen Khansa Daycare Malang (KDM) dalam mendampingi tumbuh kembang anak tidak berhenti pada aktivitas pengasuhan di daycare.

Potret kebersamaan keluarga KDM dalam acara kegiatan Rapotan da Kajian Parenting.

Potret kebersamaan keluarga KDM dalam acara kegiatan Rapotan da Kajian Parenting.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen Khansa Daycare Malang (KDM) dalam mendampingi tumbuh kembang anak tidak berhenti pada aktivitas pengasuhan di daycare. Setiap enam bulan sekali, KDM secara konsisten menghadirkan kegiatan parenting gratis bagi para orang tua ananda sebagai ruang belajar, refleksi, sekaligus berbagi pengalaman dalam membersamai buah hati.

Kegiatan terbaru digelar pada Sabtu, 12 September 2026, dengan menghadirkan Muhammad Fath Mashuri, S.Psi., MA, dosen senior Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai narasumber.

Mengangkat tema “Parenting Tanpa FOMO: Memahami Tumbuh Kembang Anak Tanpa Membanding-bandingkan”, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa. Hampir seluruh orang tua ananda KDM hadir dengan tingkat kehadiran lebih dari 95 persen.

Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa agenda parenting KDM bukan sekadar kegiatan pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu ruang yang dinantikan para orang tua untuk mendapatkan wawasan sekaligus berdiskusi mengenai berbagai dinamika pengasuhan.

Bukan Sekadar Seminar, tetapi Ruang Curhat dan Refleksi

Sejak awal, suasana parenting berlangsung hangat dan cair. Para orang tua tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi, menyampaikan keresahan, hingga mencurahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi tumbuh kembang ananda.

Menariknya, sesi bersama Muhammad Fath Mashuri tidak berlangsung seperti seminar yang kaku. Berbagai pengalaman pengasuhan justru menjadi bahan diskusi yang membuat suasana berkali-kali berubah dari tawa menjadi haru.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika narasumber mengajak seluruh peserta menjawab tiga pertanyaan reflektif.
Pertama, “Apa yang paling dikhawatirkan dari perkembangan ananda?”

Kedua, “Apa yang paling disyukuri dari kehadiran dan perkembangan ananda selama berada di KDM?”

Dan ketiga, “Dua puluh tahun lagi, hal apa yang paling diinginkan dari ananda?”

Tiga pertanyaan sederhana tersebut ternyata mampu membuka ruang perasaan yang sangat dalam.

Para orang tua diajak untuk sejenak berhenti memikirkan target, milestone, pencapaian, dan perbandingan dengan anak lain. Mereka kembali melihat anak sebagai sosok yang dicintai, disyukuri, dan diharapkan tumbuh menjadi manusia yang baik di masa depan.

Suasana pun berubah menjadi sangat emosional. Beberapa orang tua terlihat meneteskan air mata. Tidak hanya orang tua, sejumlah tim KDM juga larut dalam suasana haru.

Tangis yang muncul bukan karena kesedihan, melainkan menjadi gambaran ketulusan, rasa syukur, kekhawatiran, dan harapan besar para orang tua dalam membersamai perjalanan anak-anak mereka.

Di ruangan tersebut, tawa dan air mata seolah hadir bersamaan.

Orang Tua: KDM Bukan Sekadar Tempat Menitipkan Anak

Salah satu testimoni yang menarik datang dari orang tua ananda Arshaka.

Dengan suara yang terdengar serak menahan haru, ia menceritakan perjalanan putranya yang telah bersama KDM sejak usia sangat dini.

“Anak saya sejak umur satu setengah bulan saya titipkan di sini, dan sekarang sudah masuk TK,” tuturnya.

Menurutnya, selama berada di KDM, anak tidak hanya mendapatkan pengasuhan, tetapi juga pendidikan yang terarah.

Ia menilai KDM telah menjadi ruang pendidikan yang memberikan pengalaman berbeda bagi anak.

“Di KDM itu bukan sekadar tempat menitipkan anak, tetapi ruang pendidikan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penerapan pendekatan Montessori di KDM. Menurutnya, ketika orang tua mencari informasi mengenai sekolah yang menerapkan pendekatan Montessori, tidak jarang biaya yang ditawarkan cukup tinggi.

Iklan

Namun, pengalaman tersebut justru ia temukan di KDM dengan konsep yang menurutnya jauh lebih terjangkau bagi keluarga.

“Kalau kita tahu, biasanya sekolah yang menerapkan kurikulum Montessori itu biayanya sangat mahal. Tapi tidak di KDM,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh haru karena ia dapat melihat sendiri perubahan dan capaian putranya setelah bertahun-tahun tumbuh bersama KDM.

Sang Narasumber Pun “Repeat Order” diKDM
Menariknya, sosok yang menjadi narasumber dalam parenting tersebut bukan hanya seorang akademisi dan dosen senior di UMM.

Ia juga merupakan orang tua ananda di KDM.
Bahkan, bapak Muhammad Fath Mashuri dapat disebut sebagai salah satu orang tua yang melakukan “repeat order”, karena dua putranya telah menjadi bagian dari KDM.

Kepercayaan tersebut tidak berhenti pada keluarganya sendiri. Ia juga mengaku merekomendasikan KDM kepada saudara maupun koleganya di lingkungan kerja.

Hal ini menjadi salah satu bentuk kepercayaan yang menarik: narasumber yang datang memberikan perspektif psikologi tentang pengasuhan ternyata juga memiliki pengalaman langsung sebagai orang tua yang mempercayakan anaknya kepada KDM.

Dari Usia Dua Bulan, Kini Berharap KDM Punya PG hingga SD

Testimoni lain datang dari Bunda Retno, orang tua ananda Qyuna. Ia telah mempercayakan putrinya kepada KDM sejak masih bayi, tepatnya ketika berusia sekitar dua bulan.
Perjalanan panjang tersebut membuatnya memiliki harapan besar terhadap masa depan KDM.

Ia berharap KDM dapat terus berkembang, memiliki gedung yang lebih besar, dan tidak berhenti pada layanan daycare.

“Harapannya KDM punya gedung yang lebih besar, kemudian bisa mendirikan PG dan TK,” ungkapnya.

Harapan tersebut ternyata mendapat sambutan dari orang tua lainnya.
Orang tua ananda Zaila bahkan menyampaikan harapan yang lebih jauh: agar KDM kelak dapat memiliki jenjang pendidikan yang lengkap mulai dari PG, TK, hingga SD.

Dengan demikian, anak-anak tidak harus berpindah-pindah lingkungan pendidikan ketika memasuki jenjang berikutnya.
Usulan tersebut langsung diamini oleh para hadirin.

Harapan itu menggambarkan bahwa bagi sebagian orang tua, KDM telah menjadi lebih dari sekadar daycare dan afterschool. KDM mulai dipandang sebagai lingkungan pendidikan yang ingin terus mereka percayakan dalam perjalanan tumbuh kembang anak.

Dari Daycare Menuju Ekosistem Pendidikan Anak

Berbagai testimoni yang muncul dalam parenting tersebut menjadi catatan penting bagi KDM.

Kepercayaan orang tua yang dibangun sejak anak masih bayi hingga memasuki usia sekolah menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga bukan hanya tentang tempat yang aman untuk menitipkan anak selama orang tua bekerja.

Lebih dari itu, orang tua membutuhkan lingkungan yang mampu mengasuh, mendidik, memahami karakter, menstimulasi perkembangan, sekaligus menjadi partner dalam perjalanan pengasuhan.

Karena itulah KDM secara rutin menghadirkan agenda parenting setiap enam bulan sekali secara gratis.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi orang tua untuk terus mendapatkan perspektif baru, berdiskusi dengan ahli, mengevaluasi perjalanan pengasuhan, dan menyamakan langkah dengan tim KDM.

Ketika Orang Tua dan Tim KDM Sama-Sama Belajar

Komitmen menghadirkan parenting secara rutin juga sejalan dengan semangat KDM untuk terus mengembangkan kapasitas tim.

Koordinator KDM, Bunda Mujiani, Ct.Sp., sebelumnya menyampaikan bahwa membersamai anak-anak merupakan proses belajar yang tidak pernah selesai.

Iklan

Setiap anak memiliki karakter berbeda. Pendekatan yang berhasil untuk satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya, bahkan pada anak yang sama pun pendekatan tersebut bisa berubah seiring waktu.

Karena itu, tim KDM juga rutin melakukan evaluasi dan upgrading bersama setiap akhir pekan.

Semangat tersebut kemudian bertemu dengan kebutuhan orang tua melalui agenda parenting enam bulanan.

Dengan demikian, proses belajar tidak hanya dilakukan oleh anak.

Orang tua belajar. Tim KDM belajar. Anak bertumbuh. Dan semuanya berjalan melalui kolaborasi.

Bukan Membandingkan, tetapi Memahami
Tema “Parenting Tanpa FOMO” akhirnya menjadi sangat relevan dengan realitas yang dihadapi para orang tua.

Di tengah derasnya informasi mengenai pola asuh dan perkembangan anak, orang tua dapat dengan mudah merasa tertinggal ketika melihat pencapaian anak lain.

Namun, parenting di KDM mengajak orang tua untuk kembali kepada hal yang paling mendasar: mengenali anak sendiri.
Apa yang ia butuhkan?
Apa yang menjadi kekuatannya?
Apa yang sedang ia perjuangkan?
Dan kelak, 20 tahun lagi, manusia seperti apa yang ingin kita lihat tumbuh dari anak yang hari ini sedang kita dampingi?

Pertanyaan terakhir itulah yang mungkin paling membekas bagi para peserta.
Sebab pada akhirnya, tujuan pengasuhan bukan sekadar membuat anak lebih cepat dari anak lain.

Bukan pula menjadikan anak memenuhi standar orang lain.

Tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, percaya diri, memiliki aqidah dan karakter yang kuat, serta mampu menjalani kehidupannya dengan baik.

Parenting Gratis Setiap Enam Bulan, Sebuah Komitmen KDM

Kegiatan parenting KDM pada 12 September 2026 ditutup dengan doa dan foto bersama. Agenda utama berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, sementara konsultasi orang tua yang belum sempat dilakukan masih berlanjut hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Bagi KDM, kegiatan tersebut bukan sekadar acara rutin.
Ini adalah bagian dari komitmen untuk terus membangun kolaborasi antara daycare dan keluarga.

Dengan menghadirkan parenting gratis setiap enam bulan sekali, KDM ingin memastikan bahwa orang tua tidak berjalan sendirian dalam menghadapi dinamika pengasuhan.
Sementara harapan para orang tua agar KDM dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih lengkap—mulai dari PG, TK, bahkan hingga SD—menjadi doa sekaligus tantangan baru.

Semoga suatu hari nanti harapan tersebut benar-benar terwujud.
Karena jika sebuah tempat telah dipercaya sejak anak masih berusia dua bulan, kemudian menemani hingga memasuki TK, tentu ada satu hal yang sedang dibangun di sana:
bukan sekadar layanan daycare, tetapi sebuah hubungan kepercayaan untuk membersamai perjalanan pendidikan dan tumbuh kembang anak.

KDM — tempat anak bertumbuh, orang tua belajar, dan semua pihak berkolaborasi untuk menyiapkan generasi terbaik. By ZLion

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.