Langsung ke konten
Minggu, 13 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Harumkan Nama UNESA, Tiga Mahasiswa PPKN FISIPOL Tembus Finalis Brinathon 2026 Lewat Riset Resiliensi Anak Yatim Pesisir

Kompetisi riset tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Manajemen Talenta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut menetapkan tim UNESA

Tiga mahasiswa berprestasi dari PPKn FISIPOL UNESA (kiri ke kanan: Riski Intan Apriani, Ismatul Hawa, dan Reyhan Anggoro Septiansyah beserta dosen pembimbing) yang sukses melaju sebagai finalis tingkat nasional dalam ajang BRINATHON 2026 Klaster Sosial dan Humaniora.

Tiga mahasiswa berprestasi dari PPKn FISIPOL UNESA (kiri ke kanan: Riski Intan Apriani, Ismatul Hawa, dan Reyhan Anggoro Septiansyah beserta dosen pembimbing) yang sukses melaju sebagai finalis tingkat nasional dalam ajang BRINATHON 2026 Klaster Sosial dan Humaniora.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan skala nasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNESA, yakni Reyhan Anggoro Septiansyah, Ismatul Hawa, dan Riski Intan Apriani, berhasil meloloskan karya terbaik mereka hingga menembus babak final ajang bergengsi BRINATHON Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026.

Kompetisi riset tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Manajemen Talenta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut menetapkan tim UNESA sebagai salah satu finalis unggulan pada Klaster Sosial dan Humaniora. Gagasan inovatif dan tajam yang mereka susun berhasil menyisihkan berbagai usulan riset dari perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia.

Dalam ajang ini, Reyhan Anggoro Septiansyah bersama timnya mengusung judul riset “De-stigmatisasi Yatim: Menelisik Agensi Anak Yatim Pesisir Pantura Untuk Keep Surviving dalam Ekonomi Keluarga, Pendidikan, dan Bencana Rob Kabupaten Demak”. Riset ini membawa pesan empati yang kuat dengan mengkaji daya tahan (resiliensi) serta kegigihan anak-anak yatim di kawasan pesisir Pantura Kabupaten Demak dalam berjuang mempertahankan kelangsungan ekonomi keluarga dan pendidikan di tengah ancaman bencana ekologis banjir rob.

Baca juga: FSTeM UB Gandeng UPM Malaysia Perkuat Riset AI untuk Sistem Kesehatan Digital

Iklan

Baca juga: Khofifah Resmikan Pusat Riset Pesantren Jatim dan Serahkan 1.100 Beasiswa Santri

Langkah yang digagas oleh ketiga mahasiswa PPKn ini menjadi bukti nyata peran aktif generasi muda dalam memberikan solusi atas isu-isu sosial dan sosial-ekologis. Tidak sekadar kajian akademik di atas kertas, riset ini diharapkan mampu mendobrak stigma negatif serta menghadirkan formula perlindungan sosial yang lebih inklusif bagi anak-anak di wilayah rawan bencana.

Berdasarkan jadwal resmi dari BRIN, Reyhan dan tim akan mewakili UNESA untuk mengikuti rangkaian babak final secara luring pada 21 hingga 24 September 2026 mendatang. Tahapan puncak ini meliputi pendalaman Idea Concept Paper serta presentasi penjurian yang diselenggarakan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno BRIN Cibinong, Jawa Barat, dan Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta Pusat.

Keberhasilan Reyhan Anggoro Septiansyah, Ismatul Hawa, dan Riski Intan Apriani menjadi potret menginspirasi bahwa ketajaman analisis akademis yang dipadukan dengan kepekaan sosial mampu melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Capaian ini sekaligus diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa di Jawa Timur untuk terus berinovasi dan membawa harum nama almamater di kancah nasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.