Langsung ke konten
Selasa, 15 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Dosen Poliwangi Sulap Limbah Konstruksi Jadi Rambu Keselamatan di Pesisir Blimbingsari

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Limbah material konstruksi disulap menjadi elemen rambu keselamatan di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Inovasi ini dilakukan timdosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melaluikegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Limbah Material Konstruksi sebagaiElemen Rambu Keselamatan dalam Mitigasi KerusakanInfrastruktur di Pesisir Pantai Blimbingsari.”

Tim yang terdiri atas Akhmad Taufik A., S.T., M.T., Lia Eka Prianti, S.T., M.T., dan Siska Aprilia Hardiyanti, S.Pd., M.Si., bekerja sama dengan Kepala Desa Blimbingsari Lukman Sanjaya dan Ketua POKDARWIS Agus Sukriyadi.

Kegiatan ini berangkat dari dua persoalan, yakni keberadaansisa material konstruksi yang belum termanfaatkan sertaminimnya rambu keselamatan di kawasan pesisir. Material berupa bata, paving, besi, dan kayu dipilah dan diolahkembali menjadi bagian dari tiang dan papan rambu.

Kami ingin mengubah material yang sebelumnyamenjadi limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung keselamatan masyarakat dan wisatawan,” ujar Ketua Tim PkM, Akhmad Taufik.

Iklan

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatanParticipatory Action Research (PAR) dengan melibatkanmasyarakat mulai dari identifikasi material, proses pengolahan, hingga pemasangan rambu di titik-titik strategiskawasan pantai. Sejumlah elemen keselamatan kini telahterpasang di titik-titik strategis Pantai Blimbingsari, meliputirambu penunjuk jalur evakuasi, penanda titik kumpul, hinggapapan imbauan keselamatan bagi wisatawan dan nelayan.

Kepala Desa Blimbingsari, Lukman Sanjaya, mengapresiasiprogram tersebut karena memberikan manfaat ganda bagilingkungan dan masyarakat. Sementara Ketua POKDARWIS, Agus Sukriyadi, menilai keterlibatan warga dapatmeningkatkan rasa memiliki sekaligus memberikanketerampilan baru dalam mengolah material bekas.

Selain mengurangi limbah konstruksi, keberadaan rambudiharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan wisatawan dan masyarakat terhadap potensi risiko di kawasan pesisir. Program ini juga mendorong keterampilan upcycling, sehingga limbah dapat diubah menjadi aset yang bermanfaat.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, POKDARWIS, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkanmenjadi langkah nyata menuju pesisir Blimbingsari yang lebih amantertata, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.