MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: “Daycare ada rapotan?” Pertanyaan tersebut mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian masyarakat. Namun, di Khansa Daycare Malang (KDM), evaluasi perkembangan anak justru menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara daycare dan orang tua.
Sabtu, 12 September 2026, KDM menggelar Rapotan dan Parenting yang ke-4 sebagai momentum untuk bersama-sama melihat perjalanan tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat sinergi antara orang tua dan tim KDM.
Menariknya, agenda ini tidak berhenti pada pembagian raport. Orang tua juga mendapatkan kesempatan konsultasi secara personal dan mengikuti parenting gratis yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali.
Kegiatan dimulai pukul 07.45 WIB dengan registrasi bersama Bunda Faturaba, S.Pd. dan Bunda Khusnul. Setelah itu, orang tua secara bergantian memasuki ruang konsultasi untuk mengambil raport dan berdiskusi mengenai perkembangan ananda bersama Bunda Mujiani, Ct.Sp. (Caretaker Specialist) dan Bunda Bdn. Nana, S.Keb., CPHCT.
Tepat pukul 09.00 WIB, acara parenting dimulai secara on time dengan menghadirkan Bapak Muhammad Fath Mashuri, S.Psi., MA, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dengan tema:
“Parenting Tanpa FOMO: Memahami Tumbuh Kembang Anak Tanpa Membanding-bandingkan.”
Tema ini terasa sangat dekat dengan kehidupan orang tua masa kini. Ketika media sosial menghadirkan berbagai informasi tentang milestone, kemampuan, hingga pencapaian anak lain, tidak sedikit orang tua yang akhirnya merasa khawatir dan bertanya-tanya, “Apakah anak saya sudah sesuai?”
Melalui parenting tersebut, orang tua diajak untuk kembali memahami bahwa setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda. Fokus utama bukanlah siapa yang lebih cepat, melainkan bagaimana orang tua mampu memahami, mendampingi, dan memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Bukan Seminar Satu Arah
Acara yang dipandu Bunda Yanti sebagai MC berlangsung gayeng dan penuh antusiasme.
Suasana semakin khidmat ketika Ananda Cutkak Khansa membacakan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Luqman. Pemilihan ayat tersebut terasa begitu selaras dengan tema kegiatan tentang peran orang tua dalam mendidik dan membersamai anak.
Dalam sambutannya, Pj. Daycare KDM Bapak Hidayat, menyampaikan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.
“Pendidikan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terus berkolaborasi dengan baik untuk mengantarkan mereka menuju versi terbaik dalam pembentukan aqidah dan karakter.”
KDM juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama para orang tua serta memohon doa agar KDM dapat terus memberikan manfaat dan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam membersamai tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Koordinator KDM, Bunda Mujiani, Ct.Sp., menekankan bahwa membersamai anak-anak juga menuntut para pendamping untuk terus belajar.
Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Bahkan, pendekatan yang berhasil pada satu waktu belum tentu tetap efektif pada waktu berikutnya.
“Kadang solusi A manjur untuk si anak, namun dalam rentang waktu satu jam saja sudah tidak cocok lagi.”
Hal tersebut menjadi alasan mengapa tim KDM terus mengembangkan diri. Evaluasi dan upgrading dilakukan secara rutin setiap akhir pekan bersama seluruh tim.
Orang Tua Aktif Berdiskusi
Sesi parenting bersama Bapak Muhammad Fath Mashuri berlangsung interaktif. Kehadiran narasumber yang juga merupakan orang tua ananda di KDM membuat diskusi terasa lebih dekat dan mengena.
Orang tua tidak hanya duduk mendengarkan materi. Berbagai pengalaman, pertanyaan, dan keresahan dibagikan secara terbuka sehingga sesi berkembang menjadi sharing yang hangat.
Diskusi bahkan berlangsung semakin intens ketika para orang tua mulai mengangkat persoalan nyata dalam membersamai anak. Berbagai pertanyaan mendapatkan respons dan solusi berdasarkan sudut pandang psikologi serta pengalaman pengasuhan.
Banyak orangtua yang merefleksikan dirinya Ketika Bersama anaknya masing-masing hingga terharu dan bahkan tanpa terasa airmata berlinang dipelupuk mata.
Kegiatan semakin cair ketika masuk pada sesi perkenalan dan testimoni antar orang tua. Hubungan yang sebelumnya mungkin hanya sebatas komunikasi melalui grup, pada kesempatan ini berkembang menjadi interaksi yang lebih akrab.
Doorprize dengan Kategori Anti-Mainstream
Belum cukup sampai di sana, KDM juga menghadirkan sesi doorprize dengan kategori yang unik dan membuat suasana semakin heboh.
Penghargaan diberikan untuk:
• Ter-Legend : orang tua Ananda; Qyuna, Arshaka, dan Sakiya.
• Repeat Order : orang tua Ananda; Izaan dan Kenzi.
• Paling Banyak Merekomendasikan : orang tua Ananda; Qyuna dan orang tua ananda Izaan.
• Peserta Datang Pertama : orang tua ananda Faren.
• Orang Tua Teraktif di Group : orang tua Ananda Yumi.
• Aktif Bertanya Perkembangan Ananda : orang tua ananda Aslan.
• Aktif Bertanya pada Parenting : orang tua ananda Qyuna, ayahanda Haziim, dan ibunda Jihan.
Kriteria yang tidak biasa tersebut sukses memancing tawa dan kejutan. Para penerima doorprize pun mendapatkan hadiah yang benar-benar tidak disangka.
Namun, hadiah bukanlah inti dari sesi tersebut. Yang lebih penting adalah terciptanya keakraban dan rasa memiliki di antara keluarga besar KDM.
Usulan Family Gathering Ikut Mengemuka
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah orang tua juga menyampaikan masukan agar KDM dapat mengadakan family gathering.
Usulan ini menjadi salah satu gambaran bahwa hubungan antara KDM dan keluarga ananda tidak hanya ingin dibangun dalam konteks layanan daycare, tetapi juga sebagai sebuah komunitas yang saling mendukung dalam perjalanan pengasuhan.
Kegiatan utama ditutup sekitar pukul 12.00 WIB dengan doa dan foto bersama. Namun, bagi orang tua yang belum sempat melakukan konsultasi, KDM tetap membuka kesempatan untuk melanjutkan konsultasi hingga sekitar pukul 14.00 WIB.
Karena Membesarkan Anak Memang Tidak Bisa Sendirian
Rapotan KDM kali ini pada akhirnya bukan sekadar agenda pembagian raport.
Di dalamnya ada evaluasi, konsultasi, ilmu parenting, diskusi, tawa, apresiasi, dan yang paling penting: kolaborasi.
KDM ingin menunjukkan bahwa perkembangan anak bukanlah perlombaan. Tidak ada anak yang harus dipaksa mengikuti garis waktu (timeline) anak lain.
Ada anak yang cepat berbicara, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang perlu lebih banyak waktu. Dan di situlah tugas orang dewasa: memahami, bukan sekedar membandingkan.
Karena setiap anak memiliki perjalanan yang unik.
Dan setiap enam bulan, KDM mengajak orang tua untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan tersebut, kemudian kembali berjalan bersama.
Rapotan ada. Parenting ada. Konsultasi ada. Dan yang tak kalah penting: kolaborasi juga harus terus ada. Alhamdulillah. Terus maju berkembang KDM dimasa depan. By ZLion


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.