Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Bahari Adiguna Kenalkan Olahan Ikan Rucah sebagai Alternatif Pakan.

Tim PPK Ormawa BEM Unesa 2026 melalui program Bahari Adiguna memberikan edukasi pengolahan ikan rucah atau ikan ngisoran

Tim PPK Ormawa BEM Unesa 2026 bersama para petambak, nelayan, dan pemuda Desa Labuhan berfoto bersama sambil memamerkan proses pengeringan ikan rucah dalam rangkaian program Bahari Adiguna, Sabtu (22/8/2026).

Tim PPK Ormawa BEM Unesa 2026 bersama para petambak, nelayan, dan pemuda Desa Labuhan berfoto bersama sambil memamerkan proses pengeringan ikan rucah dalam rangkaian program Bahari Adiguna, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Tim PPK Ormawa BEM UNESA)

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tim PPK Ormawa BEM Unesa 2026 melalui program Bahari Adiguna memberikan edukasi pengolahan ikan rucah atau ikan ngisoran menjadi tepung ikan untuk pakan kerapu dan bandeng di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para petambak, nelayan, pelaku UMKM, serta pemuda dan pemudi Desa Labuhan.

Ikan rucah selama ini kerap dipandang sebagai hasil tangkapan sisa dengan nilai jual rendah. Padahal, bahan tersebut memiliki kandungan protein dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pakan ikan.
Melalui Bahari Adiguna, masyarakat diperkenalkan pada cara mengolah ikan rucah sehingga dapat memiliki nilai guna yang lebih besar. Materi pengolahan dimulai dari pembersihan ikan menggunakan air mengalir. Ikan kemudian ditiriskan dan dipotong sekitar 3–5 sentimeter sebelum dikukus selama 20–30 menit pada suhu 90–100 derajat Celsius. Setelah dikukus, ikan ditiriskan dan dikeringkan selama 2–3 hari dengan memanfaatkan sinar matahari atau menggunakan oven. Ikan yang sudah kering selanjutnya digiling dan diayak hingga menghasilkan tepung ikan.

Tepung ikan rucah dapat digunakan dalam campuran pakan kerapu dan bandeng dengan komposisi yang berbeda. Untuk kerapu, penggunaannya sekitar 40–50 persen, sedangkan untuk bandeng sekitar 15–25 persen.

Baca juga: Manfaatkan Limbah Pertanian, Kelompok KKN 41 UPN Veteran Jawa Timur Hadirkan Inovasi Briket Arang Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Alternatif Bernilai Jual

Iklan

Baca juga: Kelompok 8 KKN SDG’s UPNVJT Kenalkan Pestisida Nabati Daun Pepaya Sebagai Alternatif Ramah Lingkungan Pada Kelurahan Kupang Krajan

Nur Aufa Siddiq menyampaikan bahwa pengolahan tersebut dapat menjadi cara untuk melihat potensi ikan rucah dari sisi yang berbeda. “Kami ingin mengajak masyarakat melihat ikan rucah bukan hanya sebagai ikan sisa. Kalau diolah dengan tepat, ikan rucah bisa menjadi tepung ikan yang bermanfaat untuk budidaya sekaligus membantu menekan biaya pakan”.

Bahari Adiguna diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih optimal memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan pesisir. Pengolahan ikan rucah menjadi tepung menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kemandirian pakan dalam budidaya.

Tim PPK Ormawa BEM Unesa 2026 terus membawa pendekatan pemanfaatan potensi lokal dalam kegiatan Bahari Adiguna. Melalui pengolahan ikan rucah, masyarakat Desa Labuhan dikenalkan pada alternatif pemanfaatan hasil perikanan yang dapat mendukung budidaya kerapu dan bandeng.

By: Binti Aminatul Hidayah
Instagram : @ppko_sumberbahari | Email : ppkobemunesa@gmail.com | Tiktok : @ppko_sumberbahari

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.