BOJONEGORO |JATIMSATUNEWS.COM: Limbah pertanian berupa sekam padi masih menjadi salah satu permasalahan yang kerap dijumpai di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang memiliki aktivitas pertanian cukup tinggi. Sekam yang dihasilkan dari proses penggilingan padi umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi nilai guna limbah pertanian, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila pengelolaannya tidak dilakukan dengan tepat.
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 41 UPN “Veteran” Jawa Timur yang ditempatkan di Bojonegoro, tepatnya di Desa Duyungan, menggelar program kerja inovatif bertajuk “BRIK-IN”, yakni memanfaatkan sekam padi menjadi briket arangsebagai bahan bakar alternatif. Inovasi ini menjadi salah satu upaya untuk mengubah limbah pertanian yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus berpotensi memiliki nilai jual bagi masyarakat.
Inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal. Sebagai bentuk pengenalan inovasi tersebut, Kelompok KKN 41 melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan briket arang sekam padi di Balai Desa Duyungan (10/08/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah perangkat desa yang turut menyaksikan secara langsung proses pengolahan sekam padi menjadi briket.
Dalam kegiatan sosialisasi dan demonstrasi tersebut, Kelompok KKN 41 menjelaskan tahapan pembuatan briket sekaligus melakukan demonstrasi secara langsung. Peserta diperkenalkan pada proses mulai dari persiapan dan pengeringan sekam, karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan briket.
Inovasi briket arang sekam padi dilakukan dengan mengolah sekam padi melalui beberapa tahapan. Proses dimulai dengan mengumpulkan dan menyiapkan sekam padi sebagai bahan utama. Sekam kemudian dikeringkan untuk mengurangi kadar air sehingga proses pengolahan berikutnya dapat berlangsung lebih optimal.
Tahap selanjutnya adalah karbonisasi (pembakaran sekam), yaitu proses mengubah sekam padi menjadi arang melalui pemanasan dengan kondisi oksigen yang terbatas. Dalam tahap ini, sekam dibakar di dalam drum atau tungku. Namun, pembakaran tetap harus diawasi agar sekam tidak sampai menjadi abu. Proses ini bertujuan menghasilkan arang sekam yang lebih mudah digunakan sebagai bahan baku briket.
Arang sekam yang telah terbentuk kemudian didinginkan dan dihaluskan hingga menjadi serbuk. Serbuk arang selanjutnya dicampurkan dengan bahan perekat, misalnya larutan tepung tapioka, dengan komposisi yang disesuaikan agar adonan memiliki daya rekat yang baik. Campuran tersebut kemudian diaduk hingga merata dan dapat dibentuk.
Setelah adonan siap, bahan dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dipadatkan. Pemadatan menjadi tahap penting karena menentukan bentuk, kepadatan, serta ketahanan briket saat digunakan. Briket yang telah dicetak kemudian dikeringkan hingga kadar airnya berkurang dan briket menjadi lebih kokoh.
Briket arang sekam memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya membantu mengurangi limbah pertanian, meminimalkan praktik pembakaran sekam secara terbuka, serta menghasilkan bahan bakar alternatif padat yang lebih mudah disimpan dan digunakan. Selain manfaat lingkungan, inovasi ini memiliki potensi nilai ekonomi. Sekam yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang dapat dikemas dan dipasarkan, sehingga berpeluang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Melalui inovasi tersebut, Kelompok KKN 41 UPN “Veteran” Jawa Timur tidak hanya memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat limbah pertanian sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual. Ke depan, briket arang sekam masih dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran agar memiliki daya saing yang lebih baik.
Penulis : Oktavia Putri Erina – Kelompok KKN BOJONEGORO 41 UPN VETERAN JAWA TIMUR

