Langsung ke konten
Kamis, 20 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Wujudkan Desa Lebih Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

Wujudkan Desa Lebih Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN-P 34 UMSIDA Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Wonomerto, 10 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) 34 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadirkan kegiatan edukasi yang menekankan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dalam kesempatan kali ini, kami menggelar sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah dapur berupa minyak jelantah menjadi lilin aromatik yang ramah lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh sejumlah ibu rumah tangga di Dusun Wonomerto, Desa Wonomerto. Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKNP 34 untuk memberikan wawasan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga agar tidak langsung dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang paling sering dihasilkan dari aktivitas memasak sehari-hari. Penggunaan minyak goreng secara berulang menjadikannya tidak layak konsumsi, namun jika dibuang begitu saja ke tanah atau saluran air, dapat menimbulkan masalah lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan cara kreatif mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromatik, sehingga limbah tersebut memiliki nilai guna baru.

Selain mengurangi jumlah limbah rumah tangga, inovasi ini juga menjadi sarana penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sosialisasi, peserta diajak memahami tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi lilin aromatik, mulai dari bahan yang diperlukan hingga proses pembuatannya. Para ibu-ibu pun diberi kesempatan untuk mengamati dan mencoba langsung, sehingga diharapkan dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Beberapa ibu rumah tangga aktif memperhatikan proses pembuatan dan berdiskusi mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini dianggap sekadar limbah dapur. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat untuk berbagi pengalaman terkait pengelolaan limbah rumah tangga.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa limbah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, minyak jelantah dapat diubah menjadi produk bermanfaat. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa minyak jelantah yang biasanya dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan. Harapannya, ibu-ibu dapat mencoba membuatnya kembali di rumah dan terbiasa mengelola limbah dengan lebih bijak,” ungkap Reygandy Maulana B selaku ketua Kelompok KKN-P 34 Wonomerto.

Lebih dari sekadar pengetahuan, keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik berpotensi berkembang menjadi kegiatan produktif jika dilakukan secara konsisten. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi dalam mendampingi masyarakat melalui program sederhana namun berdampak besar. Pengelolaan limbah berbasis rumah tangga diharapkan menjadi kebiasaan baru yang mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan peduli keberlanjutan. Dengan adanya sosialisasi ini, KKN-P Desa Wonomerto berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, minyak jelantah kini dapat diolah menjadi lilin aromatik, langkah tersebut merupakan sebuah langkah kecil menuju Desa Wonomerto yang lebih peduli lingkungan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.