Langsung ke konten
Kamis, 20 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Memaknai Kemerdekaan oleh Syaifu Nu’man, S.Ag

Kemerdekaan bangsa ini telah mencapai  usia 81 Tahun. Sejak 17 Agustus 1945. Pada waktu itu bangsa ini berhasil meraih kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa, raga dan harta dalam Upaya pembebasan dari cengkraman penjajah. Era sekarang memberikan makna kemerdekaan mengalami pergeseran dari perang fisik menghadapi bangsa asing, menjadi perang menghadapi budaya asing, menghadapi derasnya  informasi, menghadapi pasar bebas.

Arti kemerdekaan

Kata “Merdeka” berasal dari Bahasa Arab :  “Istiqlal” atau  ” Hurriyah” artinya bebas, juga berasal dari Bahasa sangsekerta, “ Mahardika” artinya : kuat, kaya, Sejahtera.

Arti lebih luas tentang kemerdekaan, keadaan bebas dari segala bentuk penjajahan, penindasan, dan ketergantungan   untuk menentukan Nasib sendiri, mewujudkan kadaulatan rakyat menjunjung nilai keadilan, kemanusiaan, dan persudaraan. Dalam Islam kemerdekaan itu saat orang terbebas dari belenggu penghambaan kepada sesama makluk, hawa nafsu, dan dunia.

Aspek kemerdekaan

  1. Bebas dari penghambaan kepada sesama manusia. Bebas berpendapat, bebas memluk agama, dan bebas dari segala bentuk penjajahan. Bisa di wujudkan menolak tunduk pada kekuasaan yang bertentangan dengan hukum Allah swt. , karena manusia diciptakan setara dan Merdeka ( Qs. Al hujaarat ayat 13)
  2. Kedaulatan: kekuasaan tertinggi suatu negara untuk mengatur jalannya pemerintahan, wilayah, dan rakyat secara mandiri tanpa ikut campur tangan pihak  negara lain. Kemudian para pemegang kekuasaan mampu mengendalikan diri dari keserakahan, amarah, ego, dan sifat buruk yang menjajah Nurani.
  3. Mandiri; tidak tergantung pada negara lain. kemampuan negara untuk memproduksi berbagai jenis pangan secara lokal.

Dengan demikian manusia terbebas dari belenggu penghambaan kepada sesama manusia, hawa nafsu, dan dunia. dalam mengelola negara, sehingga bisa bebas, berdaulat dan mandiri dalam mewujudkan keadilan sosial.

Cara  Memaknai kemerdekaan

1. Dengan mengsyukurinya.

    Sesuai arahan dari Allah SWT yang tertuang dalam Qs. Al-Baqarah ayat 52 :

    “Dan ingatlah kepadaku, akupun akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu, ingkar kepada-Ku”

    Bentuk Syukur kepada Allah dengan  berterima kasih   pada para pendiri bangsa yang telah menuangkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia yang  ke 3 pernyataan  :

     “ Atas berkat Rahmat Allah swt., yang maha kuasa dan dengan di dorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

    Dengan demikian kemerdekaan ini terjadi atas anugerah dari Allah SWT.

    2. Mengenang dan menghormati perjuangan                                                                         

    para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan,  cara terbaik untuk menghargai  dan menghormati jasa dan kontribusinya  dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Hal ini sesuai pernyataan Allah SWT. dalam  Qs. Al-Hasr ayat 10:

    “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a :, ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah engkau  membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang -orang yang beriman” ( Qs. Al-Hasr:10)

    3. Mengenang Sejarah patriotisme dan perjuangan bangsa.

    Pernyataan Presiden Soekarno “Jas merah”: “ jangan Sekali-kali meninggalkan Sejarah, pidato presiden Soekarno pada 17 Agustus 1966,

    Makanya, memetik pelajaran berharga dari para guru bangsa hal yang sangat penting. Sehingga  bisa belajar dari kesalahan masa lalu, menghargai pencapaian, dan membangun masa depan yang lebih maju.dan baik.

    4. Menanamkan cinta tanah air.

    Pernyataan para ulama : “bahwa cinta tanah air itu Sebagian dari iman”. Rasulullah SAW. memacu kendaraannya ketika mau pulang ke tanah airnya. dalam  hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk mencintai budaya sendiri, produk dalam negeri lebih di cintai daripada produk luar negeri, mengunggulkan kearifan lokal.bisa di mulai para pemimpin mengunakan produk lokal.

    5. Menjaga perdamaian dan stabilitas kehidupan

    Menciptakan keamanan dan  perdamaian, sebagai syarat mutlak terlaksananya  aktivitas kemanusiaan. Pembangunan apapun tidak bisa dilakukan apabila ada konflik.

    Imam mawardi menyatakan :

    “Kekuasaan/negara yang di topang oleh agama akan langgeng, dan agama yang di topang oleh kekuasaan akan kuat”.

     Sejalan  dengan  uraian  al-Qur’an:

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi-Mu karena agama dan tidak ( pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang berlaku adil”  ( Qs. Al Mumtahanah ayat 8)

    Menurut Prof Qurais Shihab, ayat ini memberi pesan menyejajarkan agama dan tanah air. oleh al-Qur’an keduanya, dijadikan alasan untuk selalu berbuat baik dan berlaku adil. Agama memberikan jaminan kebebasan beragama sekaligus bertempat tinggal secara Merdeka.

    Untuk memaknai kemerdekaan, pertama,  senantiasa bersyukur kepada Allah swt. atas kenikmatan kemerdekaan, kedua, menanamkan nilai cinta tanah air, ketiga,  menghargai para pendahulu, pendiri bangsa yang telah berjuang untuk kemerdekaan  negeri ini dan pemaafan bila ada kesalahan, keempat, menjaga persatuan dan perdamaian yang terkenal dengan Tri kerukunan di tengah keberagaman ras, suku, agama, dan budaya.

    Agar  kemerdekaan ini tidak kehilangan makna  yang progresif dan produktif. Seyogyannya para generasi muda melakukan belajar yang giat agar terbebas dari kebodohan, bekerja keras dan  berjuang dari kemiskinan, mencintai produk dalam negeri, menghindari kemaksiatan, serta senantiasa senang berbagi dan peduli pada sesama.

    Penulis : Syaifu Nu’man, S.Ag

    Penyuluh Agama Islam kemenag kota Malang

    Foto profil Hafizh A. Maulana
    Hafizh A. Maulana

    Peneliti & Praktisi Psikologi Terapan. Berfokus pada integrasi pendekatan interdisipliner untuk mengakselerasi pertumbuhan manusia dan kesehatan mental di ranah Industri-Organisasi, Pendidikan, dan Sosial. Berkomitmen membumikan sains psikologi menjadi solusi konkret, berdampak, dan berbasis data.

    Lihat semua artikel oleh Hafizh A. Maulana

    Komentar Pembaca

    Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

    Tinggalkan Komentar

    Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.