| Ustaz Syahrul Mushtofa mengisi Mauidhoh Hasanah di Rutinan Lailatul Ijtima Sholawat Al Barzanji dan Istighotsah di Gedung Bersama MWCNU Widodaren Ngawi, Senin (10/8/2026) malam./dok.QONY |
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Ustaz Syahrul Mushtofa dari Ponpes Al Futuhiyah Bedingin Ngrambe Ngawi, mengisi Mauidhoh Hasanah di rutinan Lailatul Ijtima Sholawat Al Barzanji dan Istighotsah di Gedung NU Widodaren.
Ia hadir bersama Hadrah AL Mumtaz, yang merupakan gabungan Banom Muslimat dan Fatayat pimpinan Hj. Ani Murtafiatun Ranting Walikukun.
Lailatul Ijtima dan Istighosah kali ini spesial menyambut HUT RI ke-81 pada Senin malam (10/8) yang sekaligus sebagai momen bagi Ketua Tanfidziyah MWCNU Widodaren Kyai Daud Sunaryo, untuk mengingatkan jamaah terkait akan Rabu Wekasan bulan Safar. Yakni dengan penegasan untuk melaksanakan sholat sunah Mutlak, bukan shalat khusus Rebo Wekasan.
Acara istighosah dipimpin langsung oleh Rois Syuriyah MWCNU Widodaren Ngawi, Kyai Mochtar Khudlori. Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah Ranting Walikukun, Muhammad Khozinul Ashror menyampaikan apresiasi terhadap semangat para jamaah, yang telah hadir memakai baju bernuansa merah putih.
“Alhamdulillah dalu niko full yang hadir, Maturnuwun sanget. Sebelumnya kami menginformasikan seragam harus merah putih. Armada kereta kelinci berjumlah dua, Alhamdulillah penuh,” tutur Ketua Tanfidziyah Ranting Walikukun tersebut tersenyum bangga.
Rutinan Malam Selasa Kliwon dipilih untuk rutinan di Gedung MWCNU Widodaren Ngawi berdasarkan dhohirnya KH Hasyim Asy’ari, pendiri organisasi Islam terbesar di dunia.
Sehingga warga Nahdliyin yang mengaku khidmah NU bisa terus berkesadaran bahwa, makna khidmah dalam organisasi adalah untuk dakwah berjuang, selain tetap teguh dalam bernegara sebagai salah satu misi NU.
Menariknya Ustaz Syahrul Mushtofa yang barusaja pulang dari tanah suci, menyampaikan terkait cara mendapatkan ridho Allah, sebuah kebanggaan untuk terus tidak lelah dalam jalan kebaikan.
“Ada orang yang dikasih rezeki nikmat, kok masih sambat tidak terima. Untung Allah tidak dendam. Mari belajar bersama-sama untuk menjadi orang yang baik. Tiyang sae arep diapak-apakno njih panggah sae. Insyaallah sama Gusti Allah SWT gak akan kurang jalan. Ada di QS Yasin, Kun fayakun,” sebut Kang Mus yakin.
“Dilalah nak urip dipun ridhani Pengeran. Nglakoni kanthi Ikhlas, dilalah hati bisa nerima, syukur, tidak kaya tapi kecukupan. Orang yang mencari ridha Allah mulyo, bejo, untung, bahagia,” tandasnya yang dilanjutkan dengan 3 rahasia untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
Rutinan Lailatul Ijtima dan Istighosah Spesial bulan Agustus 2026 ini menjadi momentum penting untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan jamaah, karena organisasi NU sekarang jumlah anggotanya yang semakin bertambah.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Widodaren, dengan pengamanan dari Banser dan pemuda setempat.(QONY)
Editor: YAN
Baca juga: PAC Fatayat NU Ngawi Senam Bersama

