MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS), Sekolah Sparta (SMP Ar-Rohmah Boarding School Putra) kembali memperkuat komitmen pendampingan belajar santri melalui instrumen Kartu Kendali Mutu (KKM). Langkah inovatif ini hadir sebagai ikhtiar bersama antara sekolah, guru, dan orang tua untuk memastikan seluruh santri dapat menempuh ujian dengan tenang, fokus, serta meraih hasil akademik yang optimal.
Melalui lembaran KKM, setiap penugasan, ulangan harian, hingga program remidial di tiap mata pelajaran terpantau secara rapi, bertahap, dan transparan. Sistem kontrol berkala ini terbukti ampuh mencegah terjadinya penumpukan beban tugas atau nilai tertunda di akhir semester yang sering kali memicu rasa cemas maupun kelelahan pada siswa.
Tak hanya itu, sistem KKM juga memastikan bahwa kesempatan perbaikan atau remidial ulangan harian dan tugas selalu terbuka lebar bagi siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Baca juga: Kepala Sekolah Kabupaten Malang Berjaya, 5 Diantaranya Termasuk 6 Peraih Karya Inovasi Jatim
Kesempatan ini diberikan secara terstruktur sebelum masa ujian utama tiba.Dukungan remidial yang tepat waktu ini sangat krusial untuk mendukung kesuksesan para santri secara menyeluruh. Secara psikologis dan pedagogis, ketersediaan ruang remidial ini memberikan beberapa dampak positif:
1. Menguatkan Pemahaman Konsep: Santri tidak sekadar mengejar angka, melainkan benar-benar memahami materi yang sebelumnya belum dikuasai sebelum melangkah ke ujian yang lebih besar (yakni: STS/SAS).
2. Menjaga Kesehatan Mental dan Motivasi: Menghilangkan rasa takut gagal atau trauma nilai buruk, sehingga santri tetap percaya diri dan memiliki semangat juang untuk terus memperbaiki diri.
3. Membentuk Growth Mindset: Mengajarkan kepada santri bahwa kegagalan awal bukanlah akhir, melainkan proses belajar yang bisa diperbaiki melalui ikhtiar dan evaluasi yang sungguh-sungguh.
Waka Kurikulum SMP Ar-Rohmah Boarding School, M. Zaki Hidayat, Sos.I., mengungkapkan bahwa KKM hadir sebagai bentuk pelayanan pendidikan yang berkeadilan dan humanis bagi seluruh siswa.
“Program Kartu Kendali Mutu ini bukan sekadar alat kontrol nilai, melainkan ruang edukasi bagi santri untuk menghargai setiap proses belajar. Melalui keterbukaan data tugas dan kesempatan remidial yang terencana ini, guru pengampu dan wali kelas bisa mendampingi siswa secara presisi. Tidak ada lagi anak yang tertinggal atau terbebani di akhir semester. Kami ingin memastikan setiap santri mendapatkan haknya untuk sukses dan menghadapi ujian dengan senyuman serta kesiapan terbaiknya.” tutur M. Zaki Hidayat.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Wali Kelas sekaligus Supervisor Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH), Ustadz Alfan, menegaskan pentingnya keteraturan ini terhadap kedisiplinan dan mental siswa.
“Di GPH, kami menanamkan nilai kemandirian dan ketangguhan. KKM ini menjadi cerminan dari prinsip tersebut. Saat santri terbiasa menyelesaikan tanggung jawabnya satu demi satu dan memanfaatkan kesempatan remidial dengan jujur, karakter disiplin mereka makin terbentuk. Bagi kami para wali kelas, KKM juga membantu memberikan laporan yang objektif dan menenangkan bagi para orang tua di rumah bahwa putra mereka berproses dengan sangat baik dan penuh perhatian,” ungkap Ustadz Alfan.
Kehadiran KKM dan fasilitas remidial terstruktur membawa rasa tenang dan motivasi tersendiri bagi para siswa di setiap jenjangnya:Diantaranya ada Gibran Kelas 7 Ellitra, menyampaikan: “Sebagai siswa baru, awal masuk sekolah tentu butuh penyesuaian gaya belajar. Dengan adanya KKM ini, saya jadi lebih terarah dan tidak kebingungan. Semua tugas atau ulangan tercatat rapi. Kalau ada nilai yang belum tuntas, guru langsung memberi tahu dan membimbing remidial. Belajar jadi terasa sangat membantu dan tidak menakutkan”.
Demikian juga siswa Hafidz Abdurrahman Kelas 8 Ellitra: “KKM sangat membantu saya mengontrol nilai dan tugas sekolah. Dulu kalau menjelang ujian suka panik takut ada tugas terlewat atau nilai yang belum tuntas. Sekarang tinggal cek lembar KKM. Karena ada jadwal remidial sebelum ujian, saya bisa memperbaiki nilai lebih awal. Begitu semua kolom diparaf guru, rasanya lega sekali dan tinggal fokus menyempurnakan ikhtiar serta berdoa untuk hasil ujian nanti”.
Hal senada juga di sampaikan oleh Elqos Kelas 9 D’Clevr:
” Di kelas akhir, target nilai tentu ingin lebih maksimal untuk persiapan jenjang berikutnya. KKM benar-benar menjadi pengingat agar kami tidak menunda-nunda kewajiban. Fasilitas remidial yang selalu terbuka membuat kami bisa memastikan semua mata pelajaran tuntas di atas KKM. Ketika semua kewajiban akademik tuntas tepat waktu, kami punya lebih banyak waktu untuk belajar intensif dan memperbanyak doa menjelang STS maupun SAS”.
Dengan hadirnya Kartu Kendali Mutu dan ruang perbaikan belajar yang konsisten, Sekolah Sparta berharap tradisi belajar yang teratur, jujur, dan pantang menyerah dapat terus tertanam dalam jiwa setiap santri. Lebih dari sekadar mengejar capaian nilai di atas kertas, program ini menjadi wujud nyata sinergi antara doa, ikhtiar, dan bimbingan kasih sayang sekolah demi mengantarkan para siswa menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi unggul. SPARTA 30TH BRAVE. By ZLion


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.