Langsung ke konten
Senin, 31 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Program Kerja Mengajar KKN UMM: Dari Literasi, Anti Bullying, dan Kontrol Emosi di SD hingga Belajar Iqro dan Al-Qur’an di TPQ

Dokumentasi Program Kerja Mengajar KKN UMM Dari Literasi, Anti Bullying, dan Kontrol Emosi di SD hingga Belajar Iqro dan Al-Qur’an di TPQ

Dokumentasi Program Kerja Mengajar KKN UMM Dari Literasi, Anti Bullying, dan Kontrol Emosi di SD hingga Belajar Iqro dan Al-Qur’an di TPQ

TUBAN | JATIMSATUNEWS.CO: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 192 melaksanakan program kerja bidang pendidikan di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Wahyu Andhyka Kusuma, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Pemerintah Desa Sumberagung di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sumberagung, Bapak Sunarto.

Kegiatan pendidikan tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Psikologi, Teknik Industri, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Hukum, Ilmu Keperawatan, Kedokteran, PGSD, HKI, Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Sosiologi, Ekonomi Syariah, dan Teknik Elektro. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi salah satu kekuatan mahasiswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program kerja bidang pendidikan berfokus pada pendampingan anak-anak melalui kegiatan pembelajaran di SDN Sumberagung 1, SDN Sumberagung 2, SDN Sumberagung 3, SDN Sumberagung 4, serta TPQ Indro Kilo. Kegiatan di sekolah dasar dilaksanakan selama tiga minggu dengan 12 kali pertemuan. Materi yang diberikan meliputi literasi membaca, edukasi stop bullying, serta pengenalan dan pengelolaan emosi.

Mendorong Budaya Literasi Anak

Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah pendampingan literasi kepada siswa kelas 6. Siswa diberikan kesempatan untuk membaca buku cerita selama kurang lebih 30 menit. Setelah membaca, siswa diminta menceritakan kembali isi bacaan atau menyampaikan pesan yang mereka peroleh.

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga melatih siswa memahami informasi dan berani menyampaikan pendapat di depan orang lain.

Edukasi Stop Bullying Sejak Dini

Selain literasi, mahasiswa KKN Kelompok 192 memberikan edukasi mengenai stop bullying kepada siswa kelas 5 dan 6. Materi disampaikan menggunakan slide animasi dan simulasi agar lebih mudah dipahami oleh siswa.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta mengetahui cara menyikapi tindakan bullying. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan komitmen bersama untuk membangun lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan saling menghargai.

Mengenalkan Cara Mengelola Emosi

Mahasiswa juga memberikan materi mengenai pengenalan emosi kepada siswa kelas 5. Anak-anak diperkenalkan dengan beberapa emosi dasar, seperti marah, sedih, takut, dan senang.

Tidak berhenti pada pengenalan emosi, mahasiswa juga mengajak siswa mempraktikkan teknik sederhana untuk membantu mengelola emosi, salah satunya teknik pernapasan. Pendekatan tersebut diberikan agar siswa memiliki cara sederhana yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi emosional.

Pelaksanaan program pendidikan di sekolah berjalan dengan baik. Berdasarkan laporan kegiatan, tingkat partisipasi siswa mencapai 95% dari total target peserta, dengan tanggapan yang sangat positif selama kegiatan berlangsung.

Pendampingan Mengaji di TPQ Indro Kilo

Kegiatan pendidikan kemudian dilanjutkan di TPQ Indro Kilo. Pendampingan berlangsung selama tiga minggu dengan delapan kali pertemuan.

Pembelajaran di TPQ terbagi menjadi lima kelas, yaitu Kelas A, B, C, D, dan Kelas Al-Qur’an. Kelas A hingga D berfokus pada membaca Iqro dan hafalan, sedangkan Kelas Al-Qur’an berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an dan hafalan.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa mendampingi santriwan dan santriwati membaca Iqro maupun Al-Qur’an secara bergantian. Bacaan santri disimak dan dikoreksi apabila terdapat kesalahan. Pada kelas Iqro, pendampingan diarahkan pada pengenalan huruf hijaiyah, kelancaran membaca, dan ketepatan pelafalan. Sementara itu, kelas Al-Qur’an lebih berfokus pada kelancaran dan ketepatan membaca ayat.

Selain membaca, santri juga diajak mengulang dan menghafalkan surah-surah pendek serta hafalan keagamaan lainnya. Hafalan dilakukan secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan secara individu maupun berkelompok.

Diharapkan Berlanjut Setelah KKN

Program pendidikan diharapkan terus berlanjut setelah KKN berakhir. Pembelajaran Iqro, Al-Qur’an, dan hafalan surah pendek dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan santri.

Pembagian kelas berdasarkan kemampuan santri juga dapat dipertahankan agar pembelajaran berlangsung bertahap dan terarah. Pengajar TPQ diharapkan terus mendampingi dan mengoreksi bacaan santri untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Melalui program ini, KKN UMM Kelompok 192 berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak-anak di Desa Sumberagung. Program literasi, edukasi anti-bullying, pengelolaan emosi, dan pendampingan mengaji menjadi bentuk pengabdian yang memberikan manfaat bagi siswa, santri, pengajar, sekolah, dan masyarakat.

Penulis : Silva Jasmine Rolia (202410110110174), ⁠Azzahra Nayla Syafitri (202410430110055), ⁠Afif Afina Adzkia (202410040110174), Ilham Dwi Pramudya (202410230110452), Agus Alvian Riswanto (202410130110061), Azzahra Syifaturrahmah (202410040110050)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.