Langsung ke konten
Minggu, 23 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Nasional

Pertina dan KTI Kolaborasi Gelar Eksebisi Tinju di Festival Bois, Bangkitkan Kejayaan Malang

Antusiasme Para Petinju Muda Bersama Jajaran Pengurus Pertina, KTI, dan Tokoh Masyarakat Saat Berfoto Bersama di atas ring dalam Ajang Eksebisi Tinju Amatir di Festival Bois, Kota Malang.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) bersama Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kota Malang resmi berkolaborasi menggelar ajang eksebisi tinju amatir di Festival Bois. Gebrakan ini menjadi langkah awal untuk mengembalikan kejayaan Kota Malang sebagai barometer olahraga tinju tingkat nasional.

Acara eksebisi ini sukses menyedot animo masyarakat dengan mempertandingkan puluhan petinju dari berbagai sasana se-Malang Raya. Menariknya, ajang ini juga melibatkan petinju pelajar dari jenjang SMA/SMK sebagai langkah strategis untuk mencetak lumbung atlet muda masa depan.

Perwakilan Pertina Kota Malang menyatakan, gelaran ini difokuskan sebagai ajang pemanasan (warming up) dan silaturahmi antar-sasana. Pembinaan sejak dini ini juga menjadi bekal persiapan para atlet untuk bertarung di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

“Kami bersama para senior tinju Kota Malang meramaikan Festival Bois melalui eksebisi ini. Harapannya, ini menjadi momentum kebangkitan spirit tinju di Malang, sekaligus mengarahkan tren gaya hidup anak muda ke arah kegiatan positif,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak KTI merespons positif sinergi ini dengan mengajak para legenda tinju untuk ‘turun gunung’. KTI berkomitmen untuk menyiapkan regenerasi secara menyeluruh, tidak hanya pada atlet, tetapi juga wasit dan hakim pertandingan.

“Bersamaan dengan hadirnya darah baru dari Pertina, KTI siap mendampingi regenerasi ini. Kami sedang menyiapkan penambahan wasit amatir maupun profesional untuk mewadahi minat anak-anak muda,” terangnya.

Melalui kolaborasi solid ini, Pertina dan KTI berharap Kota Malang segera memiliki wadah resmi dan regulasi pelindungan yang jelas bagi para atlet maupun perangkat pertandingan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.