Langsung ke konten
Sabtu, 29 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Olahan Kulit Pisang BanaGurt Didorong Masuk Pasar Digital oleh Dosen dan Mahasiswa Teknik Industri UPN Jatim

Dosen dan mahasiswa Teknik Industri UPN "Veteran" Jawa Timur bersama kelompok PKK Desa Giripurno dalam kegiatan pendampingan pemasaran digital BanaGurt di Balai PKK Desa Giripurno, Kota Batu. (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026)

Dosen dan mahasiswa Teknik Industri UPN "Veteran" Jawa Timur bersama kelompok PKK Desa Giripurno dalam kegiatan pendampingan pemasaran digital BanaGurt di Balai PKK Desa Giripurno, Kota Batu. (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas terus dilakukan oleh kelompok perempuan wirausaha di Desa Giripurno, Kota Batu. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur memberikan pendampingan kepada kelompok PKK Desa Giripurno untuk memperkuat pemasaran produk melalui media digital, Kamis (13/8/2026).

Pendampingan yang berlangsung di Balai PKK Desa Giripurno tersebut menjadi lanjutan dari pengembangan produk BanaGurt berbasis kulit pisang yang telah dilakukan dalam kegiatan pengabdian sebelumnya. Kali ini, perhatian tidak lagi diarahkan pada proses pembuatan produk, tetapi pada bagaimana produk yang sudah dikembangkan dapat dikemas dan diperkenalkan dengan lebih baik kepada calon konsumen.

BanaGurt Didorong Dipasarkan Secara Digital

BanaGurt kembali diperkenalkan kepada peserta sebagai salah satu produk yang memiliki nilai jual dan berpotensi dipasarkan secara lebih luas. Peserta diajak memahami hal-hal yang perlu diperhatikan agar daya tarik produk tetap terjaga ketika diperkenalkan melalui media digital. Salah satunya melalui tampilan produk dan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pendampingan pengemasan menjadi salah satu bagian dalam kegiatan tersebut. Pelaku UMKM diberikan arahan mengenai tampilan kemasan yang lebih baik sehingga produk tidak hanya memiliki kualitas dari sisi isi, tetapi juga memiliki daya tarik ketika dilihat oleh calon pembeli. Penguatan tampilan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun branding produk sebelum dipasarkan secara digital.

Penyampaian materi pemasaran digital dan kemasan produk kepada kelompok PKK Desa Giripurno. (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2026)

Website Jadi Wadah Produk UMKM Giripurno

Tidak berhenti pada tampilan produk, kegiatan juga memperkenalkan website sebagai wadah untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai UMKM Desa Giripurno. Website tersebut memuat profil UMKM, informasi kontak, fitur pemesanan produk, serta akses menuju akun media sosial. Kehadiran website diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menemukan dan mengenal produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di Desa Giripurno.

Peserta kemudian mendapatkan pelatihan untuk menggunakan dan mengelola website tersebut. Dalam sesi ini, kelompok PKK dan pelaku UMKM diperkenalkan pada cara mengelola informasi usaha serta produk yang ditampilkan di dalam website. Dengan begitu, website tidak hanya menjadi halaman informasi, tetapi dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebelumnya, pemasaran produk UMKM di Desa Giripurno masih lebih banyak dilakukan melalui cara konvensional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya wadah digital yang dapat membantu mempertemukan produk lokal dengan masyarakat yang lebih luas. Melalui website, berbagai produk UMKM dapat diperkenalkan dalam satu tempat sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu kelompok perempuan wirausaha Desa Giripurno lebih siap menghadapi perubahan pola pemasaran. Dengan adanya website yang dapat dikelola secara mandiri, pelaku UMKM memiliki wadah untuk memperkenalkan produk, memberikan informasi kepada calon konsumen, serta membuka peluang pemasaran di luar lingkungan sekitar desa. Penguatan produk dan pemanfaatan media digital diharapkan dapat membantu BanaGurt serta produk UMKM lainnya semakin dikenal oleh masyarakat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.