Langsung ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Haul ke-626 Sunan Gresik, UIN Maliki Malang Teguhkan Warisan Dakwah dan Agenda Kampus Global

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Haul ke-626 Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik menjadi momentum bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk meneguhkan kembali identitas dan amanah sejarah yang melekat pada nama kampus.

Puncak haul yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung di kompleks Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Selasa (25/8/2026). Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., hadir bersama jajaran wakil rektor, dekan, pimpinan pascasarjana, ketua lembaga, kepala UPT, hingga sejumlah pejabat dan staf pimpinan.

Sebelum mengikuti acara puncak, jajaran pimpinan UIN Maliki Malang terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Gresik. Ziarah tersebut menjadi bagian dari refleksi atas perjuangan tokoh yang dikenal sebagai salah satu pelopor penyebaran Islam di Jawa melalui pendekatan pendidikan, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat.

Mewakili UIN Maliki Malang, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, MA., menyebut haul sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan Syekh Maulana Malik Ibrahim.

“Bagi kami, haul ini bukan hanya momentum untuk mengenang seorang ulama besar, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim,” ujarnya.

Menurut Abdul Hamid, nama besar Sunan Gresik yang disandang universitas membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan.

“Memang tidak mudah menyandang nama besar Sunan Gresik, Syekh Maulana Malik Ibrahim. Nama besar ini menuntut kita untuk terus bekerja dan berikhtiar. Dengan tekad yang kuat dan usaha bersama, insyaallah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan menjadi perguruan tinggi yang masuk kategori terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Upaya menerjemahkan warisan tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui penguatan tradisi Al-Qur’an sekaligus pengembangan reputasi akademik internasional.

UIN Maliki Malang, kata Abdul Hamid, telah mendaftarkan diri untuk memperoleh Rekor MURI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan jumlah penghafal Al-Qur’an terbanyak. Di sisi lain, internasionalisasi kampus juga terus berkembang dengan pendaftar mahasiswa asing yang tahun ini berasal dari 44 negara.

“Ini menunjukkan bahwa nama Maulana Malik Ibrahim tidak hanya menjadi nama sebuah universitas, tetapi telah menjadi identitas akademik yang kita bawa ke tingkat internasional,” katanya.

Tidak berhenti pada penguatan institusi, UIN Maliki Malang bersama Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim juga merencanakan penyusunan biografi Sunan Gresik dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris.

Biografi tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga sumber akademik untuk memperkenalkan sosok, perjuangan, dan metode dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim kepada generasi muda dan masyarakat internasional.

Spirit dakwah Sunan Gresik juga diteruskan melalui pendidikan mahasiswa. Seluruh mahasiswa baru UIN Maliki Malang mengikuti pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dan bahasa Arab selama satu tahun atau dua semester yang terintegrasi dengan pembinaan di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly.

“Kalau Syekh Maulana Malik Ibrahim dahulu mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dan bahasa Arab kepada masyarakat, maka UIN Maliki Malang meneruskan tradisi itu dalam konteks pendidikan tinggi modern,” jelas Abdul Hamid.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan modern, tetapi juga dibekali Al-Qur’an, bahasa Arab, dan pemahaman keagamaan.

Haul ke-626 tersebut akhirnya mempertemukan dua kepentingan: menjaga akar sejarah sekaligus mendorong masa depan institusi. Bagi UIN Maliki Malang, warisan Sunan Gresik tidak cukup dipertahankan sebagai identitas, tetapi perlu diterjemahkan melalui pendidikan, pengembangan ilmu, dakwah, pengabdian, dan penguatan reputasi akademik di tingkat global.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.