Langsung ke konten
Kamis, 10 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

FTAB UB Tegaskan Tolak LGBTQ dan Perundungan pada PKKMB Rajawali 2026

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, tengah memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela kegiatan penyambutan mahasiswa baru PKKMB Rajawali 2026.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menolak segala bentuk perilaku menyimpang, termasuk LGBTQ. Fakultas ini juga menegaskan komitmennya membangun kampus yang bebas perundungan dan bebas pelecehan seksual. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Rajawali 2026 di GOR Pertamina UB, Kota Malang, Kamis (13/8).

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengatakan sikap itu adalah bentuk nyata dari integritas fakultas yang sudah menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Untuk zero bullying itu jelas karena kita predikat WBBM. Kita mengutamakan profesionalitas dan pelayanan, sehingga kita sangat menentang berbagai bentuk bullying, pelecehan seksual, maupun tindakan merugikan lainnya,” kata Prof. Yusuf di hadapan mahasiswa baru.

Fakultas tetap terbuka dan merangkul keberagaman suku, bangsa, dan budaya dari seluruh Indonesia. Tapi untuk penyimpangan norma, sikapnya tegas.

“Prinsipnya kita menerima perbedaan suku, bangsa, maupun budaya, tetapi kita tidak menerima penyimpangan,” tambahnya.

Larangan itu dibarengi dengan solusi. FTAB UB menyediakan pendampingan bagi mahasiswa yang menghadapi masalah pribadi maupun psikologis, lewat konsultan dan psikolog profesional yang bisa diakses gratis melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Perundungan dan Kekerasan Seksual (ULT KPK) FTAB UB.

“Oleh karena itu, kami menyediakan konsultan dan psikolog gratis di ULT KPK bagi adik-adik mahasiswa yang membutuhkan pendampingan,” pungkas Prof. Yusuf.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.