
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Perjalanan menuju bangku kuliah menjadi babak baru bagi setiap mahasiswa. Namun, bagi orang tua, mengantarkan anak ke kampus bukan sekadar perjalanan menuju tempat belajar. Ada doa, harapan, dan impian yang ikut dititipkan dalam setiap langkahnya.
Suasana tersebut terasa dalam kegiatan Validasi Mahasiswa Baru Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 10–14 Agustus 2026.
Salah satu kisah datang dari Arif Rahman dan Emi, orang tua Nailah Ghina, mahasiswa baru Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Keduanya datang langsung dari Purwakarta, Jawa Barat, untuk mengantarkan putrinya memulai perjalanan akademik di FITK UIN Malang.
Bagi Arif dan Emi, keputusan Nailah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan langkah besar yang patut disyukuri. Keduanya menilai lingkungan kampus menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan akademik sekaligus pembentukan karakter putrinya.
“Kami melihat fasilitas kampus bagus, lingkungannya juga kondusif dan Islami. Semoga lingkungan seperti ini bisa mendukung Nailah dalam belajar dan berkembang,” ungkapnya.
Harapan orang tua Nailah tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka ingin masa perkuliahan menjadi ruang bagi putrinya untuk memperluas pengalaman, menambah pengetahuan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang telah dibangun sebelumnya.
Nailah diketahui memiliki latar belakang sebagai tahfidz. Karena itu, kedua orang tuanya berharap pendidikan formal yang dijalaninya di perguruan tinggi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Semoga Nailah mendapatkan hal-hal baru selama kuliah. Sebelumnya dia tahfidz, jadi kami berharap bisa mendapatkan keduanya, ilmu akademik sekaligus tetap menjaga hafalannya,” tuturnya.
Bagi Arif dan Emi, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar dan prestasi. Lebih jauh, mereka berharap Nailah tumbuh sebagai pribadi yang memiliki nilai-nilai keislaman, berakhlak baik, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Semoga Nailah menjadi anak yang sholihah dan nantinya bisa berguna bagi bangsa,” harap keduanya.
Dari Purwakarta menuju Malang, perjalanan Nailah memasuki dunia perguruan tinggi menjadi simbol dimulainya fase baru kehidupan. Di balik langkah seorang mahasiswa baru menuju kampus, terdapat doa orang tua yang mengiringi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik.
FITK UIN Malang pun menjadi ruang baru bagi Nailah untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Hari pertama di kampus akhirnya bukan sekadar awal perkuliahan. Bagi Nailah dan keluarganya, hari tersebut menjadi titik awal sebuah perjalanan panjang—dari rumah menuju kampus, dari harapan menuju cita-cita, dan dari doa orang tua menuju masa depan yang diimpikan.


