MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Susu murni menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, seiring dengan banyaknya peternakan sapi yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat desa. Namun, selama ini susu segar masih diperjualbelikan dalam bentuk susu segar tidak dalam bentuk produk. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN 124 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengenalkan inovasi pengolahan susu murni menjadi yogurt atau produk jadi lainnya.
Program ini dilakukan melalui edukasi dan tutorial kepada masyarakat. Mahasiswa terlebih dahulu memberikan brosur program dan menjelaskan cara pengolahan susu yang aman, salah satunya melalui pasteurisasi untuk menurunkan jumlah mikroorganisme sebelum susu diolah lebih lanjut.
Setelah proses pasteurisasi, masyarakat diberikan tutorial pembuatan yogurt melalui proses fermentasi menggunakan greek/plain yogurt sebagai kultur starter. Dengan tutorial tersebut, diharapkan warga memahami tahapan dasar pengolahan susu menjadi produk olahan salah satunya yogurt.

“Kami melihat susu murni merupakan salah satu potensi Desa Sukolilo yang masih bisa dikembangkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan alternatif agar susu tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Vyra, anggota Divisi Ekonomi dan Teknologi.
Program ini juga memperkenalkan pentingnya menjaga kebersihan bahan dan peralatan selama proses pengolahan. Pengetahuan tersebut menjadi dasar apabila masyarakat nantinya ingin mengembangkan susu murni sebagai produk usaha.
Mahasiswa KKN 124 UMM berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi susu murni Desa Sukolilo menjadi berbagai produk olahan. Dengan memanfaatkan komoditas lokal yang sudah tersedia, masyarakat berpeluang menciptakan produk baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari hasil produksi susu.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 124 UMM mendorong masyarakat Desa Sukolilo untuk melihat susu murni bukan hanya sebagai komoditas segar, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomi.
Penulis : Tita Sheira R. KKN UMM Kelompok 124


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.