TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM: Persoalan sederhana namun sering luput dari perhatian: ke mana perginya galon air minum bekas setelah isinya habis? Di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, jawabannya kini bisa dilihat langsung. Galon-galon yang tadinya cuma teronggok di gudang disulap menjadi tempat sampah dan dipasang serentak di beberapa titik desa pada Minggu (23/8/2026), sekaligus mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Sumberagung, Bapak Sunarto.’
Program ini digarap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 192 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Wahyu Andhyka Kusuma, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dengan mahasiswa yang berasal dari beragam program studi, di antaranya Psikologi, Teknik Industri, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Hukum, Ilmu Keperawatan, Kedokteran, PGSD, HKI, Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Sosiologi, Ekonomi Syariah, dan Teknik Elektro. Galon bekas yang biasanya cuma teronggok di gudang atau berakhir dijual ke pengepul dengan harga murah, dikumpulkan dari posko dan warga sekitar, lalu diberi “hidup baru”.
Cara membuatnya sebenarnya tidak rumit, namun tetap membutuhkan ketelatenan. Bagian atas galon dipotong membentuk lubang pembuangan, bagian dalam dan luarnya dicuci sampai bersih dari sisa air, lalu dilapisi kawat kasa dan dicat ulang di posko KKN dengan dua warna, kuning dan hijau, supaya tampilannya lebih rapi dan tidak lagi terlihat seperti galon bekas.
Tempat sampah hasil karya mahasiswa ini dipasang tersebar di lima titik, yakni Dusun Dempel, Morosemo, Ngembes, Sundulan, dan Ngayung, agar jangkauannya merata ke hampir seluruh wilayah Desa Sumberagung, tidak menumpuk hanya di satu lokasi. Kepala Desa Sumberagung, Bapak Sunarto, turut mengapresiasi langkah mahasiswa KKN yang dinilai memberi solusi konkret atas persoalan sampah yang selama ini dihadapi warga.
Mahasiswa KKN Kelompok 192 UMM berharap, dengan hadirnya tempat sampah di titik-titik tersebut, kebiasaan membuang sampah sembarangan di Desa Sumberagung bisa berkurang, sekaligus menjadi bukti bahwa barang bekas sekalipun masih punya nilai jika dikelola dengan tepat dan penuh kreativitas.
Penulis : Amanda Gita Dwi Aprilya (202410160110200), Dalilul Rofiq (202410120110090), Denni Mukti Wibowo (202410160110550), Devi Dwi Ariyanti (202410070110014), Erdina Juni Marshanda (202410140110198), Putri Aulia S. Koten (202410040110022)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.