Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Apresiasi Ekonomi Jatim Tumbuh Pesat, DPD RI Lia Istifhama Ingatkan Pentingnya Kesejahteraan Nyata Rakyat

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat diwawancarai oleh awak media

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Capaian positif pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Meski mencatatkan tren impresif, senator asal Jatim ini mengingatkan bahwa indikator keberhasilan sejati bukanlah sekadar tingginya angka statistik, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan tersebut.

​Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), laju ekonomi Jatim pada Semester I 2026 sukses tumbuh 5,84 persen—menjadikannya yang tertinggi di Pulau Jawa. Capaian ini berbanding lurus dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,42 persen pada Mei 2026, dengan total 24,46 juta penduduk bekerja.

​”Saya sangat mengapresiasi kinerja Pemprov Jatim yang terkoordinir dengan baik. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan turunnya pengangguran adalah hasil kerja keras bersama. Namun, yang terpenting adalah bagaimana program ini dirasakan nyata oleh masyarakat, khususnya dalam memperluas akses lapangan kerja,” ujar Lia di Surabaya, Selasa (18/8/2026).

​Menurut Lia, pertumbuhan makro harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Kebijakan pembangunan tidak cukup hanya mengejar penurunan angka pengangguran, tetapi juga harus fokus pada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

​”Harapannya, tenaga kerja kita bisa lebih sejahtera. Pemerintah perlu terus membuka ruang dan akses seluas-luasnya agar masyarakat mampu beradaptasi dan menjadi pelaku aktif ekonomi, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

​Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang mencapai 76,13 di tahun 2025 menjadi modal penting. Terlebih, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja dengan angka 31,76 persen.

​Lia berharap, momentum kemerdekaan tahun ini dapat dijadikan pijakan untuk terus mengawal tata kelola pembangunan Jatim agar lebih inklusif.

​”Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi Jatim tumbuh, tetapi seberapa luas masyarakatnya mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sejahtera bersama,” tutupnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.