Langsung ke konten
Rabu, 2 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tim Pengabdian Dosen Universitas Jember Kembangkan Pos “Agro-Fit Jelbuk” untuk Kendalikan Hipertensi Masyarakat Pertanian Berbasis Tanaman Lokal

 
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jember bersama kader kesehatan dalam kegiatan Program Agro-Fit Jelbuk di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember

JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Tim dosen Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program bertajuk “Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Berbasis Tanaman melalui Pos Agro-Fit Jelbuk untuk Pengendalian Hipertensi Masyarakat Pertanian dengan Pendekatan Agronursing” ini dilaksanakan di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.

Penyerahan lima unit tensimeter digital sebagai bentuk dukungan dan penguatan keberlanjutan Program Agro-Fit Jelbuk

Program ini diketuai oleh Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep. dengan anggota Dr. Rokhani, S.P., M.Si. dari Fakultas Pertanian Universitas Jember serta Ns. Irwina Angelia Silvanasari, S.Kep., M.Kep. dari Universitas dr. Soebandi (UDS). Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut bertujuan memperkuat inovasi pengabdian masyarakat melalui pendekatan keperawatan komunitas berbasis potensi lokal.

Program ini diselenggarakan melalui beberapa rangkaian aktivitas mulai dari pembentukan Pos Agro-Fit Jelbuk, pelatihan kader kesehatan, skrining tekanan darah, hingga pendampingan pemanfaatan tanaman lokal sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi pada masyarakat pertanian.

Edukasi kepada kader kesehatan mengenai pemanfaatan tanaman lokal untuk mendukung pengendalian hipertensi

Ketua tim PKM, Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat pertanian. Selain dipengaruhi faktor usia dan gaya hidup, rendahnya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pangan sehat juga menjadi tantangan yang perlu diatasi.

“Program ini mengintegrasikan konsep Agronursing dengan potensi tanaman lokal sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu memanfaatkan sumber daya di sekitarnya sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Iklan

Pada pertemuan pertama , tim fokus melakukan sosialisasi program, pembentukan Pos Agro-Fit Jelbuk, identifikasi kebutuhan masyarakat, pelatihan kader kesehatan dalam mengukur tekanan darah, serta edukasi mengenai hipertensi dan gaya hidup sehat. Selanjutnya, pada pertemuan kedua, kegiatan diarahkan pada monitoring implementasi program, evaluasi peran kader, pendampingan pemanfaatan tanaman lokal, serta penguatan keberlanjutan layanan Pos Agro-Fit.

Kader kesehatan melakukan simulasi pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari pelatihan deteksi dini hipertensi

Selain edukasi dan pelatihan, Pos Agrofit juga menyediakan layanan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah secara berkala, edukasi diet rendah garam, aktivitas fisik yang sesuai bagi petani, teknik relaksasi sederhana, serta demonstrasi pengolahan tanaman lokal yang berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular. Seluruh kegiatan melibatkan kader kesehatan, pemerintah desa, kelompok tani, dan tenaga kesehatan puskesmas sebagai mitra utama.

Tim pengabdian Agro-Fit bersama kader kesehatan berlatih mengolah tanaman toga menjadi minuman sehat sebagai upaya mendukung pengendalian hipertensi

Hasil monitoring sementara menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin, bertambahnya pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi, serta meningkatnya kemampuan kader dalam memberikan edukasi dan melakukan deteksi dini faktor risiko hipertensi di lingkungan masyarakat pertanian.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, Universitas Jember bersama Universitas dr. Soebandi berharap model Pos Agro-Fit Jelbuk dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah pertanian lainnya. Program ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Penulis : Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep., Dosen Fakultas Keperawatan UNEJ

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.