MALANG – Di tengah kepungan tenggat tugas dan dinamika kehidupan kampus yang kian menuntut, ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) sejenak menarik napas dalam. Pada Sabtu (24/1/2026), Aula Gedung F yang biasanya kaku dengan diskusi teori ekonomi, berubah menjadi ruang refleksi yang hangat.
Adalah Forum Studi Islam dan Lingkungan (FORSTILLING), sebuah lembaga otonom di bawah FEB UB, yang menjadi arsitek di balik perjumpaan spiritual ini.
Bukan Sekadar Pelarian
Bagi anak muda masa kini, istilah healing sering kali diidentikkan dengan liburan atau hiburan sesaat. Namun, FORSTILLING ingin menawarkan perspektif yang berbeda. Melalui tangan dingin para aktivis dakwah kampus ini, perjalanan Isra Mikraj dibedah sebagai peta jalan bagi jiwa yang lelah.
“Banyak orang hari ini lelah secara mental dan kosong secara spiritual. Isra Mikraj mengajarkan bahwa penyembuhan sejati bermula dari pengakuan akan kerendahan hati di hadapan Allah,” tutur Gus Shampton dengan nada yang kebapakan.
Inisiatif dari Ruang Mentoring
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata konsistensi FORSTILLING dalam menjaga keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas di lingkungan kampus. Selama ini, lewat program seperti Sekolah Mentoring dan pengajaran rutin, lembaga ini konsisten hadir sebagai pendamping moral bagi mahasiswa.
“Peringatan ini menjadi ruang refleksi agar mahasiswa tidak kehilangan arah di tengah tuntutan prestasi yang tinggi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FORSTILLING ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa menjadi ahli ekonomi yang hebat harus dimulai dengan memiliki jiwa yang sehat dan spiritualitas yang kuat. Karena pada akhirnya, kepemimpinan yang paling tangguh adalah kepemimpinan yang meneladani keteguhan jiwa Rasulullah SAW.

