Langsung ke konten
Minggu, 13 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Pendidikan

Anggota DPD RI Lia Istifhama Gaungkan Kepemimpinan Digital dan Karakter “Self” pada Wisuda INSIDA XXIII


Anggota DPD RI Lia Istifhama Gaungkan Kepemimpinan Digital dan Karakter “Self” pada Wisuda INSIDA XXIII

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Seruan kuat untuk melahirkan generasi agent of change di tengah bonus demografi dan derasnya arus digital menggema dalam Wisuda ke-23 Institut Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik. Pesan inspiratif tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E., saat membawakan orasi ilmiah sebagai keynote speaker di hadapan 171 wisudawan, Selasa (16/12), di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro.

Di hadapan para lulusan dari berbagai program studi, sivitas akademika, serta keluarga besar INSIDA, sosok yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan urgensi kepemimpinan masa depan yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan era digital. Ia menyebut para wisudawan sebagai syubhanul muslimin, generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin dan penggerak perubahan di masyarakat.

“Maka jangan pernah ragu bermimpi, karena setiap kepemimpinan selalu berawal dari mimpi. Bagaimana kita membangun mimpi sebagai benevolent society, hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat. Khoirunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” tegas Ning Lia.

Iklan

Mengawali orasinya, Ning Lia mengapresiasi Rektor INSIDA, Dr. H. A. Syifa’ul Qulub, S.Ag., M.EI., yang menekankan pentingnya membangun Peta Jalan Juang bagi para lulusan. Menurutnya, perubahan zaman menuntut generasi muda untuk mampu membaca pergeseran struktur sosial, dari Gemeinschaft (ikatan kekeluargaan), menuju Gesellschaft (ikatan komunitas), hingga kini memasuki era Digital Society yang sarat relasi virtual.

Dalam konteks tersebut, Ning Lia menekankan pentingnya membangun karakter “Self” agar para sarjana mampu bertahan dan unggul dalam kompetisi global. Ia merumuskan lima prinsip utama, yakni menjadikan media sosial bukan sebagai “akuarium hidup”, membangun empati yang kuat, meluangkan waktu berkualitas bersama orang terkasih, fokus pada aktivitas nyata, serta menghindari jebakan toxic positivity dengan tetap cerdas membaca situasi.

“Jangan terjebak pada toxic positivity, keinginan untuk selalu terlihat sempurna. Di balik kesempurnaan selalu ada ketidaksempurnaan, dan justru di sanalah kelebihan kalian berada. Fokuslah pada apa yang kalian miliki,” pesannya.

Menutup orasi, Ning Lia mengaitkan kepemimpinan dengan lima kebutuhan dasar manusia dalam Teori Maslow. Mulai dari self-actualization melalui karya dan prestasi, esteem dengan menghargai proses dan ilmu, social needs sebagai insan yang menebar manfaat, safety needs dengan keyakinan akan perlindungan Allah SWT, hingga physiological needs dengan memahami passion dan kemampuan beradaptasi di manapun berada.

Sementara itu, Rektor INSIDA Dr. Syifa’ul Qulub berharap para wisudawan memiliki daya juang tinggi untuk terus berkembang di tengah tantangan global. “Saya berharap seluruh wisudawan tidak pernah lelah berjuang agar mampu menjadi agent of change di masyarakat,” ujarnya.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.