Langsung ke konten
Sabtu, 10 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Pendidikan

UIN Sunan Ampel Surabaya Gelar Penguatan Moderasi Beragama untuk Perkuat Kerukunan Pemuda Lintas Agama

Diinisiasi Dosen Budi Ichwayudi, UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk kerukunan pemuda lintas agama.

UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY

UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 25 pemuda lintas agama di Kota Surabaya mengikuti kegiatan Penguatan Moderasi Beragama di Surabaya.

Acara ini diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Budi Ichwayudi, M.Fil.I., dan berlangsung pada Sabtu dan Minggu (10–11 Oktober 2026).

Baca juga: Sambut Hari Santri Nasional 2026, NU Care LAZISNU PCNU Ngawi Ziarah Masyayikh

UIN Sunan Ampel Surabaya

Penguatan Moderasi Beragama

Diinisiasi Dosen Budi Ichwayudi, UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY
Diinisiasi Dosen Budi Ichwayudi, UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan multikultural.

Tantangan tersebut meliputi potensi prasangka, intoleransi, diskriminasi, hingga penyebaran narasi kebencian di ruang publik.

Dr. Budi Ichwayudi menjelaskan bahwa keterlibatan aktif pemuda lintas agama sangat krusial dalam merawat harmoni sosial di kota pahlawan.

Iklan

“Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan bagi pemuda lintas agama untuk membangun komunikasi, memperluas pemahaman terhadap perbedaan, serta memperkuat kerja sama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Surabaya,” ujar Dr. Budi Ichwayudi.

Diinisiasi Dosen Budi Ichwayudi, UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY
Diikuti 25 pemuda, UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama, Sabtu (10/10)./dok.QONY

Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya aktivis perdamaian asal Jawa Barat Wawan Gunawan.

Sekretaris Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Syekh Wasil Kediri M. Thoriqul Huda, serta Dr. Budi Ichwayudi sendiri dari Dosen SAA UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam paparannya, M. Thoriqul Huda menekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan atau mengurangi esensi keyakinan agama seseorang. Sebaliknya, hal itu merupakan cara pandang yang adil dan seimbang.

“Moderasi beragama tidak berarti mengubah atau mengurangi keyakinan seseorang, melainkan membangun cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil, seimbang, serta menghormati martabat manusia,” tegas M. Thoriqul Huda di hadapan para peserta.

Ia juga menambahkan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change).

Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut memahami konsep toleransi secara teori, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam aksi nyata seperti menginisiasi dialog antaragama dan kampanye perdamaian.

Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama di UIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (10/10)./dok.QONY
Penguatan Moderasi Beragama untuk memperkuat kerukunan pemuda lintas agama di UIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (10/10)./dok.QONY

Pemuda Taat Beragama dan Jaga Perdamaian

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan FKUB Kota Surabaya ini, UIN Sunan Ampel Surabaya berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya taat beragama secara personal.

Tetapi juga menjadi pelopor perdamaian yang menjaga inklusivitas dan kedamaian di Kota Surabaya.(QONY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.