SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 25 pemuda lintas agama di Kota Surabaya mengikuti kegiatan Penguatan Moderasi Beragama di Surabaya.
Acara ini diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Budi Ichwayudi, M.Fil.I., dan berlangsung pada Sabtu dan Minggu (10–11 Oktober 2026).
Baca juga: Sambut Hari Santri Nasional 2026, NU Care LAZISNU PCNU Ngawi Ziarah Masyayikh
Sorotan
UIN Sunan Ampel Surabaya
Penguatan Moderasi Beragama

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan multikultural.
Tantangan tersebut meliputi potensi prasangka, intoleransi, diskriminasi, hingga penyebaran narasi kebencian di ruang publik.
Dr. Budi Ichwayudi menjelaskan bahwa keterlibatan aktif pemuda lintas agama sangat krusial dalam merawat harmoni sosial di kota pahlawan.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan bagi pemuda lintas agama untuk membangun komunikasi, memperluas pemahaman terhadap perbedaan, serta memperkuat kerja sama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Surabaya,” ujar Dr. Budi Ichwayudi.

Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya aktivis perdamaian asal Jawa Barat Wawan Gunawan.
Sekretaris Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Syekh Wasil Kediri M. Thoriqul Huda, serta Dr. Budi Ichwayudi sendiri dari Dosen SAA UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam paparannya, M. Thoriqul Huda menekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan atau mengurangi esensi keyakinan agama seseorang. Sebaliknya, hal itu merupakan cara pandang yang adil dan seimbang.
“Moderasi beragama tidak berarti mengubah atau mengurangi keyakinan seseorang, melainkan membangun cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil, seimbang, serta menghormati martabat manusia,” tegas M. Thoriqul Huda di hadapan para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change).
Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut memahami konsep toleransi secara teori, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam aksi nyata seperti menginisiasi dialog antaragama dan kampanye perdamaian.

Pemuda Taat Beragama dan Jaga Perdamaian
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan FKUB Kota Surabaya ini, UIN Sunan Ampel Surabaya berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya taat beragama secara personal.
Tetapi juga menjadi pelopor perdamaian yang menjaga inklusivitas dan kedamaian di Kota Surabaya.(QONY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.