Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Kulineran di Kaki Lima, Sisi Sederhana DPD RI Lia Istifhama Tuai Pujian

Di tengah padatnya aktivitas parlemen, ia tak canggung melipir ke trotoar untuk berburu kuliner kaki lima dan bercengkerama santai bersama rekan maupun warga

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama tampil santai menikmati kudapan kaki lima di sela rutinitas padatnya, mencerminkan gaya kepemimpinan yang tetap membumi dan dekat dengan rakyat.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama tampil santai menikmati kudapan kaki lima di sela rutinitas padatnya, mencerminkan gaya kepemimpinan yang tetap membumi dan dekat dengan rakyat. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

TOKOH | JATIMSATUNEWS.COM: Sosok anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI kerap dipandang identik dengan ruang sidang yang kaku, tumpukan berkas kebijakan publik, serta agenda kenegaraan yang formal. Namun, persepsi tersebut seketika luntur saat melihat keseharian Dr. Lia Istifhama, senator asal Jawa Timur yang selalu tampil hangat dan bersahaja.

Putri almarhum KH Maskur Hasyim yang akrab disapa Ning Lia ini dikenal memiliki cara komunikasi yang sangat cair dan membumi. Di tengah padatnya aktivitas parlemen, ia tak canggung melipir ke trotoar untuk berburu kuliner kaki lima dan bercengkerama santai bersama rekan maupun warga sekitar.

Tak heran jika publik kerap menyematkan ungkapan unik untuknya: gemar santap kuliner kaki lima, namun memancarkan aura bintang lima. Bagi Ning Lia, meja makan sederhana bukan sekadar tempat mengenyangkan perut, melainkan sarana efektif merajut silaturahmi.

Baca juga: Tradisi Rakor JatimSatuNews di Alas Veenuz Trawas, Hangat Akrab Inspiratif

Baca juga: DPD RI Cantik Lia Istifhama Angkat Topi Konsep Kaki Lima Rasa Bintang Lima MI Darussalam Pamekasan

“Makan bersama itu bukan sekadar urusan perut. Ada cerita, silaturahmi, dan suasana hangat yang membuat hubungan antarmanusia terasa jauh lebih dekat,” tutur Ning Lia saat ditemui di sela kegiatannya.

Gaya santai itu pun tercermin kuat dalam pola kerjanya sehari-hari. Politisi perempuan yang digandrungi kalangan Gen Z ini terbiasa menyapa warga tanpa sekat, melontarkan pantun segar di ruang forum, hingga duduk lesehan mendengar curahan hati masyarakat bawah. Prinsip turun ke bawah atau “mudun ngisor” selalu ia pegang teguh demi menyerap persoalan rakyat secara langsung dan riil.

Iklan

Menariknya, kesahajaan tersebut berbanding lurus dengan deretan prestasi mentereng yang ia torehkan. Sepanjang tahun 2026, kiprah advokasi publik Ning Lia panen apresiasi dari berbagai lembaga bergengsi.

Ia tercatat menyabet tiga penghargaan sekaligus pada April 2026, yakni KWP Award sebagai Senator Penguat Kebijakan Publik, Tokoh Perempuan Inspiratif dalam peringatan HPN dan HUT ke-80 PWI, serta Beritajatim Award 2026 untuk kategori Politisi Perempuan Penguatan Demokrasi. Gelar sebagai senator idola anak muda pun disematkan kepadanya pada akhir Juli 2026, yang kemudian disusul penghargaan bergengsi Senator Penggerak Demokrasi pada ajang 9.9 Awarding Ketik.com di bulan September ini.

Karakter kuat nan adaptif dari Ning Lia turut diamini Direktur ARCI Nanang Haromain. Nanang menilai Ning Lia memiliki keistimewaan tersendiri karena mampu menempatkan diri secara luwes; bisa berdebat tajam dan serius saat mengawal regulasi, namun seketika bisa mencair dan penuh senyum ketika berbaur dengan anak-anak muda. Menurutnya, daya tarik utama sang senator terletak pada prestasinya yang menjulang tinggi di tingkat nasional, tetapi cara pergaulannya tetap membumi di tengah masyarakat.

Menanggapi kebiasaannya yang gemar jajan di emperan kaki lima, tokoh perempuan yang kerap tampil anggun berbusana kebaya dan bawahan batik ini menyebut bahwa keseimbangan hidup adalah hal yang mutlak.

“Ya, sesekali memang harus begitu. Sebab hidup ini tidak melulu diisi soal rapat dan pekerjaan formal. Kita tetap butuh waktu santai untuk menikmati hidangan sederhana, saling berbagi cerita, dan mensyukuri setiap momen kebersamaan,” pungkas Ning Lia ramah.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.