Sorotan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kegiatan Writing Immerse Project yang digelar Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DEMA Fakultas Syariah UIN Malang tidak berhenti pada pelatihan menulis.
Kegiatan Writing Immerse Project diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Program ini diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, keberanian, dan budaya menulis secara berkelanjutan melalui komunitas penulis mahasiswa.
Baca juga: Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Hall Al-Masail ke-7, Bahas Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor
Writing Immerse Project di Fakultas Syariah UIN Malang
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Ruang ICP Lt III, Gedung Fakultas Syariah menghadirkan pemateri Ahmad Mustaqim, M.Pd., dosen dari Universitas Al-Qolam Malang.
Wakil Ketua DEMA Fakultas Syariah, Idrus, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut memiliki manfaat penting bagi mahasiswa, terutama dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai karena berbagai materi penting akan disampaikan oleh pemateri.
Termasuk bagaimana mengembangkan kreativitas menulis dan menuangkan ide sebelum memulai sebuah tulisan.
“Banyak materi penting yang akan disampaikan, di antaranya bagaimana mengembangkan kreativitas menulis dan bagaimana cara menuangkan ide sebelum menulis,” ujar Idrus.
Baca juga: Ketika UMKM Dinilai Hanya dari Angka: Di Mana Keadilan Fintech Syariah?
Mahasiswa Harus Berani Menulis dan Publikasi Gagasan
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi pelaksanaan Writing Immerse Project.
Dalam opening speech, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan satu kali, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberlanjutan program dapat diwujudkan dengan menghimpun peserta dalam sebuah komunitas, seperti Sekolah Karya Ilmiah.
Komunitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus belajar, berdiskusi, mengembangkan ide, menulis, melakukan riset sederhana, hingga menghasilkan dan mempublikasikan karya.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi ada tindak lanjut yang berkelanjutan,” tutur Miftahul Huda.
“Para peserta dapat dihimpun dalam sebuah komunitas, misalnya Sekolah Karya Ilmiah, sebagai ruang untuk terus belajar, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya. Silakan PSDM DEMA menindaklanjutinya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pendampingan yang berkelanjutan penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki keberanian untuk menulis.
Mahasiswa juga perlu mampu mengembangkan gagasan menjadi karya yang layak dipublikasikan di berbagai media.
Baca juga: Pelatihan Public Speaking Fakultas Syariah UIN Malang Bekali 117 Mahasiswa Kuasai Seni Berkomunikasi
Menurut Miftah, salah satu bentuk tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah menghimpun peserta dalam sebuah komunitas, seperti Sekolah Karya Ilmiah.
Komunitas tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus belajar, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya.
“Para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dapat dihimpun dalam sebuah komunitas, misalnya Sekolah Karya Ilmiah, sebagai ruang untuk terus belajar, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya. Silakan PSDM DEMA menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komunitas tersebut nantinya dapat menjadi wadah pendampingan bagi mahasiswa dalam berbagai tahapan menulis.
Mulai dari menemukan ide, menyusun tulisan ringan seperti opini dan esai, melakukan riset sederhana, hingga mempublikasikan karya dalam bentuk artikel di berbagai media.
Dengan pola pendampingan yang berkelanjutan, semangat menulis yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Sebaliknya, aktivitas menulis dapat berkembang menjadi bagian dari budaya akademik mahasiswa Fakultas Syariah.
Baca juga: Momen Refleksi Maulid Nabi 1448 H, Mahasiswa Fakultas Syariah Diingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Keberanian dan Kebebasan Berkarya
Pemateri Ahmad Mustaqim, M.Pd., Pengajar Tetap Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Al Qolam Malang, melalui sesi Lokakarya Menulis Kreatif bertajuk “Keberanian & Kebebasan Berkarya”.
Dalam paparannya, Ahmad Mustaqim menekankan bahwa kemampuan menulis bukan semata-mata bakat, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan terus dilatih.
Karena itu, mahasiswa, khususnya penulis pemula, didorong untuk berani menuangkan ide dan gagasan tanpa terlalu khawatir terhadap kualitas tulisan pada tahap awal.
Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan langkah penting dalam membangun kebiasaan sekaligus keterampilan menulis.
Mustaqim mengatakan mahasiswa yang telah memiliki sejumlah draf tulisan sebenarnya sudah memiliki modal awal untuk berkembang.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana menemukan, mengembangkan, dan mengolah ide tersebut menjadi tulisan yang lebih matang, bernilai, serta menarik bagi pembaca.
“Menulis bukan soal siapa yang paling berbakat, tetapi siapa yang berani memulai dan terus berlatih,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa agar tidak menjadikan kekhawatiran terhadap kesalahan sebagai penghambat dalam berkarya.
Proses menulis, menurutnya, membutuhkan keberanian untuk mencoba, melakukan revisi, menerima masukan, dan terus memperbaiki tulisan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kepada pemateri, terutama mengenai cara menemukan ide, mengembangkan gagasan, serta memulai tulisan agar dapat menjadi karya yang menarik dan bernilai.
Melalui Writing Immerse Project, DEMA Fakultas Syariah berharap semangat menulis mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Gagasan pembentukan komunitas penulis diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk menghadirkan ruang pendampingan yang konsisten.
Dengan demikian, mahasiswa dapat terus mengembangkan ide, menghasilkan karya, dan memperluas ruang publikasi tulisan mereka.(MFT)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.