Langsung ke konten
Jumat, 18 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Launching Buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi, Dinda Haru Bisa Satu Frame dengan Bupati

Salah satu penulis dari buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi, Adinda Ridha Afifah mengaku bangga sebingkai foto dengan Bupati Ngawi.

Adinda Ridha Afifah berfoto bersama Bupati Ngawi saat peluncuran buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi, Rabu (16/9) pagi./dok.QONY

Adinda Ridha Afifah berfoto bersama Bupati Ngawi saat peluncuran buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi, Rabu (16/9) pagi./dok.QONY

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Kebahagiaan dan rasa haru tak mampu disembunyikan oleh Adinda Ridha Afifah.

Mahasiswi baru program studi PG PAUD STKIP Modern Ngawi sekaligus pengelola Perpustakaan Cerpin Desa Ngawi ini mengaku sangat terkejut sekaligus bangga saat mendapati dirinya satu bingkai foto (one frame) bersama Bupati Ngawi. Sosok nomor satu di Kabupaten Ngawi, dalam acara launching buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi.

“Alhamdulillah, seneng tenan saya. Pas buka IG langsung jebret, kok pas aku bisa 1 frame sama orang nomor 1 di Ngawi, mboten nyangka mawon,” ungkap Adinda dengan nada haru pada Jatimsatunews, Kamis malam (17/9/2026).

Baca juga: Semangat Literasi, Agustiawan Hadiahkan 2 Karya Buku kepada Kak Awam di Ragam Panggung Dongeng Ngawi

Buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi

Di dalam buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi terdapat bab bertajuk Mengulik Sri Organik Nusantara dari Qoni Makhfudoh./dok.QONY
Di dalam buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi terdapat bab bertajuk Mengulik Sri Organik Nusantara dari Qoni Makhfudoh./dok.QONY

Buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi dibagi menjadi dua, bagian 1 dengan Adinda Ridha Afifah, dkk. Sementara bagian 2 dengan Mar’atus Sholeha, dkk.

Salah satu yang menarik ada di buku bagian 2 halaman 72, sebuah tulisan berjudul Mengulik Sri Organik Nuswantara karya Qoni Makhfudoh, seorang mahasiswi baru di STKIP Modern Ngawi prodi PG PAUD.

Penulisnya menyajikan tentang pemanfaatan teknologi pertanian, yang mengadopsi ilmu dari era Kerajaan Majapahit.

Teknologi pertanian ini tanpa obat kimia serta tetap mengedepankan hasil panen maksimal.

Selain itu juga menjaga keseimbangan alam, ekologi tanah, serta demi kelangsungan SDA dan SDM yang berkelanjutan.

Peluncuran buku berjudul “Menjaga Nyala di Tanah Ngawi” digelar dalam rangkaian acara Festival Literasi Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi pada Rabu pagi (16/9).

Iklan

Acara ini juga menjadi rangkaian apresiasi kepada penggiat literasi sekaligus terdapat talkshow oleh Bunda Literasi Kabupaten Ngawi dan Kak Awam Founder Kampung Dongeng Indonesia.

Buku Menjaga Nyala di Tanah Ngawi merupakan karya kolaboratif berharga yang lahir dari Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Ngawi.

Program pelatihan ini digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi pada rentang April hingga Mei 2026.

Pelatihan ini diikuti 50 peserta dari kalangan pelajar, pustakawan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Tiga Narasumber Sastrawan Ternama

Peluncuran buku ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian pembinaan literasi di Ngawi pada 2026, yang menghadirkan narasumber sastrawan ternama tingkat nasional dan regional.

• Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd. – Sastrawan berkebangsaan Indonesia penerima penghargaan bidang sastra dari Gubernur Jawa Timur (2012).

• Dr. Sutejo, M.Hum. – Budayawan dan akademisi yang juga dikenal luas sebagai Sutejo Ssc.

• Dr. Tjahjono Widijanto, M.Pd. – Sastrawan nasional, penyair, sekaligus pendidik asal Ngawi.

Bagi para peserta seperti Adinda, momentum launching ini bukan sekadar perayaan terbitnya sebuah karya.

Menurutnya, launching ini bukti nyata pemuda dan penggerak literasi desa mampu mengukir prestasi hingga mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah.

Momen kebersamaan dalam peluncuran buku tersebut diharapkan terus menyulut semangat literasi berbasis kearifan lokal di seluruh pelosok Ngawi.(QONY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.