Langsung ke konten
Jumat, 18 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Berawal dari Sawah Kepanjen, Guru Besar UB Sukses Kembangkan Inovasi Pupuk Organik Cair

Ahli yang berfokus pada bidang Ekologi dan Entomologi ini berhasil menelurkan inovasi pupuk organik serta hayati cair yang kini telah dikembangkan menjadi

Rangkaian dokumentasi Prof. Amin Setyo Leksono bersama tim saat meninjau langsung instalasi proses pembuatan, melakukan pengadukan bahan pada wadah fermentasi, hingga berfoto dengan hasil akhir inovasi pupuk organik dan hayati cair yang telah dikemas ke dalam kardus dan siap didistribusikan secara k

Rangkaian dokumentasi Prof. Amin Setyo Leksono bersama tim saat meninjau langsung instalasi proses pembuatan, melakukan pengadukan bahan pada wadah fermentasi, hingga berfoto dengan hasil akhir inovasi pupuk organik dan hayati cair yang telah dikemas ke dalam kardus dan siap didistribusikan secara k

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dedikasi dunia akademis untuk memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian kembali ditunjukkan oleh Prof. Amin Setyo Leksono, akademisi dari Departemen Biologi FSTEM Universitas Brawijaya (UB). Ahli yang berfokus pada bidang Ekologi dan Entomologi ini berhasil menelurkan inovasi pupuk organik serta hayati cair yang kini telah dikembangkan menjadi produk komersial.

Inovasi cemerlang ini rupanya tidak lahir secara instan, melainkan berangkat dari temuan di lapangan saat Prof. Amin melakukan riset di lahan sawah padi organik kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia menuturkan bahwa pada waktu itu, para petani setempat sejatinya sudah memiliki kesadaran lingkungan dengan menerapkan penggunaan pupuk organik cair.

“Saat itu, petani sudah menggunakan pupuk organik cair,” kenang Prof. Amin saat menceritakan awal mula cetusan inovasinya.

Baca juga: Implementasi Probiotik di Tambak Segoro Tambak Dukung Produktivitas Perikanan serta Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14: Life Below Water

Baca juga: KKN MAS UMM 2026 di Pujon Hasilkan Inovasi Desa, dari Puding Wortel hingga Pupuk Organik

Namun, temuan baru muncul ketika sampel pupuk yang biasa digunakan para petani tersebut dibawa untuk diteliti lebih lanjut. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan fakta bahwa kualitas nutrisi makro di dalam pupuk organik racikan petani tersebut masih belum mencukupi standar optimal untuk menunjang pertumbuhan padi secara maksimal.

Iklan

Merespons kendala nutrisi tersebut, Prof. Amin melakukan serangkaian riset pengembangan formula untuk menyempurnakan kandungan pupuk cair itu. Upaya keras ini pada akhirnya mendapat sambutan positif dari dunia usaha. Sebuah mitra industri yang beroperasi di wilayah Tulungagung menyatakan ketertarikannya dan bersedia memberikan sokongan penuh.

“Kemudian ada mitra industri di Tulungagung yang mendukung upaya pengembangan pupuk organik cair menjadi produk komersial,” ungkap guru besar yang juga pernah mempresentasikan keilmuannya pada ajang The 8th EAFES International Congress di Nagoya University, Jepang pada tahun 2018 silam.

Berkat kolaborasi yang apik antara dunia kampus dan industri, inovasi pupuk tersebut kini telah diproduksi dan dikemas secara profesional dengan merek dagang seperti Mikroagro dan Noagro.

Selain kiprahnya di bidang inovasi pertanian, kapasitas Prof. Amin di kancah akademik internasional juga telah diakui, salah satunya melalui perannya sebagai editor untuk buku terbitan Springer yang bertajuk “Conserving Biocultural Landscapes in Malaysia and Indonesia for Sustainable Development”. Melalui hilirisasi riset pupuk ini, sang profesor berharap karyanya mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pertanian berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.