Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Kampung Koena Dikaji sebagai Model Desa Wisata Berbasis Well-Being

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kampung Koena, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berada di salah satu jalur menuju kawasan wisata Gunung

UIN melalui program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

UIN melalui program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Foto: Humas UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kampung Koena, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berada di salah satu jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Letaknya yang berada di lereng pegunungan membuat kampung ini memiliki potensi wisata yang berpadu dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Potensi itulah yang tengah digali tim dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program pengabdian kepada masyarakat. Sabtu (12/9), tim mengunjungi Kampung Koena untuk berdialog langsung dengan warga dan menggali berbagai informasi mengenai potensi serta kebutuhan masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

Tim tersebut terdiri atas Dr. Ahmad Ghozi, M.A. dari Fakultas Humaniora, Apt. Hj. Alifia Putri Febriyanti, S.Farm., M.Farm.Klin. dari Fakultas Kedokteran, dan Nora Ria Retnasih, M.E. dari Fakultas Ekonomi.

Baca juga: Wujudkan Kampus Hijau, Rektor UMM Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Lingkungan Berkelanjutan

Baca juga: Dosen UB Patenkan Bakteri Lokal Pembersih Logam Timbal demi Pertanian Berkelanjutan

Iklan

Ketiganya mengusung program “Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Well-Being dalam Mendukung Desa Wisata Berkelanjutan di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang.”

Ghozi mengatakan, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya melihat potensi alam dan jumlah kunjungan wisatawan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat lokal ikut tumbuh dan memperoleh manfaat dari aktivitas wisata.

“Yang kami gali adalah bagaimana potensi Kampung Koena dapat dikembangkan tanpa meninggalkan masyarakatnya. Karena desa wisata pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi warga,” ujar Ghozi.

Pendekatan well-being dalam pengabdian ini diarahkan pada tiga aspek utama, yakni budaya, ekonomi, dan kesehatan. Potensi budaya masyarakat digali sebagai bagian dari identitas desa, sementara aspek ekonomi diarahkan pada peluang pemberdayaan warga. Di sisi lain, kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan aktivitas wisata tetap berjalan seiring dengan kualitas hidup masyarakat.

Dialog dengan warga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Tim tidak hanya melihat Kampung Koena dari perspektif akademik, tetapi juga mendengarkan pengalaman dan pandangan masyarakat yang sehari-hari hidup di dalamnya.

Melalui pengabdian ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat. Kampung Koena diharapkan tidak hanya menjadi titik singgah menuju Bromo, tetapi tumbuh sebagai desa wisata yang berdaya, sehat, memiliki kekuatan budaya, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.