Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

FKPQ Jatim Sampaikan Aspirasi, DPD RI Ning Lia Beri Acungan Jempol pada Kepedulian Pemprov Jatim ke Pendidikan Agama

Pertemuan hangat yang penuh nuansa kekeluargaan ini tersaji ketika senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus

Anggota DPD RI Jawa Timur Lia Istifhama (tengah, berjilbab merah muda) berpose bersama jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jatim, Surabaya, usai silaturahmi hangat untuk menyampaikan aspirasi dan menyerahkan manuskrip Tahsin-PMP

Anggota DPD RI Jawa Timur Lia Istifhama (tengah, berjilbab merah muda) berpose bersama jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jatim, Surabaya, usai silaturahmi hangat untuk menyampaikan aspirasi dan menyerahkan manuskrip Tahsin-PMP

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Keberadaan guru ngaji dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Jawa Timur kian mendapat panggung perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Kepedulian yang terus tumbuh ini tak luput dari pengamatan dan apresiasi mendalam anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Pertemuan hangat yang penuh nuansa kekeluargaan ini tersaji ketika senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, pada Jumat malam (11/9/2026).

Melalui silaturahmi tersebut, Ning Lia secara terbuka menyatakan bahwa perhatian Pemprov Jatim terhadap pendidikan keagamaan tergolong sangat baik dan perlu terus didukung.

“Perhatian Pemprov Jatim terhadap pendidikan keagamaan sangat baik. Pemerintah tidak hanya melihat pendidikan dari sisi akademik semata, tetapi juga memahami betul bahwa pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam menyiapkan generasi Jawa Timur,” tutur Ning Lia dengan penuh keyakinan.

Beliau menekankan betapa krusialnya pendidikan Al-Qur’an dalam membangun pondasi karakter generasi muda, di tengah arus perkembangan zaman yang kian pesat. Baginya, peran guru ngaji di tengah masyarakat tetaplah vital dan tak tergantikan, meskipun terlihat sederhana, dampaknya amat besar bagi masa depan bangsa.

Senada dengan apresiasi Ning Lia, Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H Abdul Aziz, yang memimpin delegasi, menguraikan bahwa pertemuan strategis tersebut menjadi ajang bagi FKPQ untuk menyampaikan berbagai pengalaman nyata serta masukan dari para pengelola pendidikan Al-Qur’an di berbagai pelosok daerah. Ia menyampaikan rasa syukur dan dorongan dari segenap kawan-kawan DPW FKPQ hingga silaturahmi dengan DPD RI ini bisa terlaksana dengan baik. “Alhamdulillah, atas doa dan dorongan kawan-kawan DPW FKPQ Jawa Timur, kami bisa bersilaturahmi dengan DPD RI. Kami menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi yang selama ini menjadi perhatian kami di lapangan, khususnya terkait pendidikan Al-Qur’an dan guru ngaji,” ungkap Aziz dengan penuh rasa syukur.

Perhatian terhadap Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan para guru ngaji, menurut Aziz, harus terus tumbuh beriringan seiring dengan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Pihaknya tak hanya mengharapkan dukungan secara materiil, namun juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas para pengelola dan guru TPQ agar dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi digital.

Iklan

Masalah legalitas lembaga melalui izin operasional (Izop) serta peningkatan kualitas tahsin juga menjadi topik pembahasan yang mengemuka dalam silaturahmi tersebut. FKPQ sangat berharap agar penguatan kelembagaan dapat berjalan selaras dengan peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lapangan.

Sebagai wujud nyata dari upaya peningkatan kualitas tersebut, dalam kesempatan itu, DPW FKPQ Jatim turut menyerahkan manuskrip program Tahsin-PMPQ kepada Ning Lia untuk mendapatkan masukan dan pandangan dari sang senator. Program Tahsin-PMPQ merupakan wadah mengaji bagi para guru TPQ, dengan target khatam 30 juz menggunakan metode bittaghonniy atau membaca Al-Qur’an dengan berlagu, guna memperkuat kualitas tahsin dan memperkaya metode pembelajaran Al-Qur’an di Jawa Timur.

Aziz berharap manuskrip tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi para guru TPQ dan dunia pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur.

“Kami juga menyerahkan manuskrip PMPQ untuk mendapatkan masukan. Harapannya, manuskrip ini bisa terus disempurnakan, sehingga dapat menambah kualitas dan khazanah tahsin di Jawa Timur, khususnya bagi pendidikan Al-Qur’an,” harapnya seraya memungkasi keterangannya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.