Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Tim Baru, Strategi Berubah, Debat Bahasa Arab UIN Malang Tembus Final PORSI JAWARA II

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Debat Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menembus babak final dan meraih Juara 2 dalam PORSI JAWARA II 2026. Capaian tersebut diraih Rizal Rafid Ariqoh, mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FTIK, bersama Siti Najahatul Imtihan dan Nasruddin Rafa’i dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA).

Kompetisi berlangsung pada 10–11 September 2026 di Aula Gedung Perpustakaan lantai 3 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Perjalanan menuju podium kedua menjadi catatan tersendiri karena ketiganya baru dipertemukan dalam satu tim melalui seleksi internal, bukan berasal dari tim debat yang sebelumnya sudah terbentuk.

Seleksi cabang Debat Bahasa Arab pada awalnya dilakukan secara individu. Rizal harus bersaing dengan sejumlah kandidat sebelum akhirnya terpilih bersama Najaha dan Rafa’i sebagai tiga mahasiswa yang mewakili UIN Malang.

Komposisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari dua program studi berbeda. Rizal berasal dari PBA, sedangkan Najaha dan Rafa’i berasal dari BSA. Ketiganya juga belum pernah bertanding dalam satu tim sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat persiapan tidak hanya berfokus pada penguasaan materi debat. Mereka harus membangun chemistry, menyelaraskan pola berpikir, membagi peran, serta memahami karakter masing-masing.

Latihan kemudian diintensifkan dengan waktu yang terbatas. Perbedaan program studi dan lokasi kampus membuat jadwal latihan harus disusun seefisien mungkin. Pengalaman ketiganya dalam kompetisi debat Bahasa Arab menjadi modal untuk membangun pola kerja sebagai satu tim.

Tantangan semakin terasa ketika mosi pertandingan diberikan pada malam sebelum perlombaan. Pada beberapa kesempatan, tim menghabiskan waktu sekitar pukul 18.30 hingga 22.00 WIB untuk membedah mosi, memetakan argumentasi, membaca kemungkinan serangan lawan, dan menyusun strategi.

Format pertandingan menuntut peserta tidak hanya mampu berbicara dalam Bahasa Arab, tetapi juga memahami substansi mosi, menyusun argumentasi, merespons serangan, serta mengambil keputusan secara cepat.

Sebanyak 16 tim mengikuti babak penyisihan yang terbagi dalam delapan pertandingan. Tim UIN Malang bertanding pada babak kedua menghadapi tim tuan rumah. Setelah seluruh pertandingan penyisihan selesai, UIN Malang menempati posisi kedua di bawah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sehingga berhak melaju ke babak perempat final.

Memasuki hari kedua, persaingan semakin ketat. Mosi memang telah diberikan sebelumnya, tetapi penentuan posisi pro dan kontra baru dilakukan 30 menit sebelum pertandingan. Situasi tersebut menuntut setiap tim mampu beradaptasi dengan cepat.

Iklan

Pada babak perempat final, UIN Malang kembali menghadapi UIN Bandung. Pertandingan berlangsung setelah salat Jumat dan berakhir dengan UIN Malang melaju ke babak berikutnya dengan menempati posisi ketiga, setelah UIN Jakarta dan UIN Bandung dalam perolehan poin.

Namun, UIN Bandung kembali menjadi lawan pada babak semifinal. Pertemuan kedua menjadi kesempatan bagi tim UIN Malang untuk mengevaluasi strategi setelah sebelumnya tertinggal dalam perolehan poin.

Perubahan peran menjadi salah satu strategi yang dilakukan. Rizal yang sebelumnya bertindak sebagai pembicara ketiga kembali ditempatkan sebagai pembicara pertama. Posisi tersebut bertukar dengan Najaha yang kemudian mengambil peran sebagai pembicara ketiga.

Penyesuaian strategi tersebut membuahkan hasil. Tim UIN Malang berhasil melewati UIN Bandung dan memastikan satu tempat di babak final.

Di partai puncak, UIN Malang berhadapan dengan UIN Jakarta setelah tim tersebut sebelumnya mengalahkan UIN Yogyakarta. Pertandingan final berlangsung setelah Magrib.

Berada di posisi pro, tim UIN Malang kembali beradu argumentasi dalam kondisi fisik dan mental yang telah terkuras setelah menjalani rangkaian pertandingan. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhir.

UIN Malang akhirnya harus puas sebagai Juara 2 dengan selisih dua poin dari UIN Jakarta yang keluar sebagai juara pertama.

Meski belum meraih gelar tertinggi, capaian tersebut menunjukkan kemampuan tim yang baru terbentuk untuk beradaptasi dalam kompetisi tingkat nasional. Mereka melewati sejumlah pertandingan, menghadapi lawan yang sama lebih dari sekali, mengevaluasi kekurangan, hingga mengubah komposisi pembicara ketika strategi sebelumnya belum memberikan hasil maksimal.

Bagi Rizal, Najaha, dan Rafa’i, perjalanan di PORSI JAWARA II menjadi pengalaman penting dalam membangun kerja tim. Perbedaan latar belakang akademik dan keterbatasan waktu latihan justru menuntut mereka untuk mengandalkan komunikasi, pembagian peran, pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi selama pertandingan.

Dari seleksi individu, tiga mahasiswa tersebut kemudian dibentuk menjadi satu tim dan berhasil membawa UIN Malang hingga partai final. Selisih dua poin memang membuat mereka berada di posisi kedua, tetapi perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tim baru pun mampu bersaing ketika memiliki strategi, evaluasi, dan kemampuan beradaptasi di arena pertandingan.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.