Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Dua Bulan Menjaga Hafalan, Mahasiswa PAI FTIK UIN Malang Juara 1 MHQ 30 Juz JAWARA II

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dua bulan persiapan menjadi bagian dari perjalanan Muh. Farhan Athallah hingga meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra pada PORSI JAWARA II 2026. Mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut tampil sebagai yang terbaik dalam cabang yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 6 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Bagi Farhan, kompetisi tersebut bukan sekadar tentang tampil di atas panggung. Ada proses menjaga hafalan yang telah menjadi bagian dari kesehariannya, seleksi internal kampus, latihan menjawab soal ayat, bimbingan, hingga persiapan mental menjelang perlombaan.

Sebagai penghafal Al-Qur’an, Farhan menempatkan murajaah sebagai bagian penting dalam menjaga hafalan, baik ketika mengikuti musabaqah maupun tidak.

“Mengulang-ulang hafalan adalah satu hal yang harus dilaksanakan, baik ketika mengikuti ataupun tidak mengikuti musabaqah.”

Prinsip tersebut menjadi bagian dari persiapannya ketika memutuskan mengikuti PORSI JAWARA II. Selama kurang lebih dua bulan, Farhan meningkatkan intensitas persiapan untuk menghadapi kompetisi.

Langkahnya dimulai melalui dua sesi seleksi antar mahasiswa di lingkungan kampus. Setelah dinyatakan terpilih sebagai perwakilan UIN Malang, persiapan kembali ditingkatkan. Murajaah dilakukan lebih intensif, disertai latihan menjawab soal-soal ayat yang menjadi bagian dari kompetisi.

Dalam proses tersebut, Farhan mendapatkan bimbingan dari Ust. Awwaludin Fithroh, M.Pd. dan Ust. Manzilur Rahman Romadhon, M.Kom. melalui Hai’ah Tahfizh Al-Qur’an UIN Malang.

Bimbingan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan hafalan, tetapi juga kesiapan menghadapi karakter pertandingan. Farhan perlu memastikan hafalan tetap kuat sekaligus mampu merespons soal yang diberikan dalam situasi kompetisi.

Menjelang perlombaan, persiapan kemudian diarahkan pada penguatan mental. Sekitar dua hari sebelum tampil, Farhan kembali mengulang hafalan secara urut sebagai bagian dari persiapan menghadapi hari pertandingan.

Iklan

Pada tahap tersebut, ia juga memperbanyak doa dan memohon doa dari orang tua serta guru. Persiapan akhirnya tidak hanya bertumpu pada latihan, tetapi juga pada ketenangan dan keyakinan menghadapi perlombaan.

Seluruh proses tersebut kemudian dibawa ke arena PORSI JAWARA II. Dengan hafalan yang terus dijaga, latihan yang dilakukan selama dua bulan, serta bimbingan dari para pembimbing, Farhan berhasil memberikan penampilan terbaik dan keluar sebagai Juara 1 MHQ 30 Juz Putra.

Capaian tersebut menjadi hasil dari proses persiapan yang berlangsung secara bertahap. Seleksi internal menjadi pintu awal, kemudian dilanjutkan dengan latihan, murajaah, pendalaman soal, bimbingan, hingga penguatan mental menjelang perlombaan.

Bagi Farhan, keberhasilan dalam kompetisi juga tidak mengubah prinsip utama seorang penghafal Al-Qur’an: hafalan harus tetap dijaga setelah perlombaan berakhir. Murajaah bukan semata-mata kebutuhan untuk menghadapi musabaqah, tetapi bagian dari tanggung jawab menjaga hafalan.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan sisi lain dari perjalanan mahasiswa PAI FTIK UIN Malang. Di balik sebuah gelar juara, terdapat rutinitas yang terus dilakukan, proses belajar yang berulang, kesediaan menerima bimbingan, serta dukungan orang tua dan guru.

Dua bulan persiapan akhirnya berbuah medali emas. Namun bagi Farhan, panggung PORSI JAWARA II bukanlah garis akhir. Setelah kompetisi selesai, proses menjaga hafalan tetap berlanjut melalui murajaah—sebuah rutinitas yang justru menjadi fondasi utama sebelum dan sesudah meraih prestasi.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.