MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pengalaman mengajar guru tidak harus berhenti sebagai pengalaman kerja. Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman profesional, pelatihan, dan capaian tertentu dapat direkognisi dalam proses pendidikan magister. Skema tersebut menjadi salah satu tawaran Program Studi Magister Pendidikan Matematika FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada sekitar 100 guru Matematika SMA yang tergabung dalam MGMP Matematika se-Jawa Timur.
Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 tersebut berlangsung Minggu (13/9/2026) di Hotel Grand Batu Inn, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan menjadi ruang bagi Program Studi Magister Pendidikan Matematika untuk memperkenalkan program studi sekaligus membuka akses pendidikan lanjut bagi guru yang tetap menjalankan tugas mengajar di sekolah.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Matematika FTIK UIN Malang, Dr. Elly Susanti, M.Sc., hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan skema PMB, kurikulum, RPL, fleksibilitas pembelajaran, hingga peluang pengembangan riset bagi calon mahasiswa.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah skema RPL. Melalui jalur tersebut, pengalaman kerja, sertifikasi pelatihan, dan capaian profesional yang memenuhi ketentuan dapat diajukan untuk memperoleh rekognisi dalam bentuk kredit pembelajaran.
Bagi guru aktif, skema tersebut dinilai memberikan alternatif untuk melanjutkan pendidikan magister dengan mempertimbangkan pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya. Dengan demikian, pendidikan lanjut tidak semata-mata dimulai dari titik nol, tetapi dapat mempertimbangkan pembelajaran yang telah berlangsung melalui pengalaman profesional.
Selain RPL, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur pendaftaran PMB Semester Genap TA 2026/2027, persyaratan administrasi, serta tahapan seleksi.
Program studi juga memperkenalkan skema pembelajaran yang dirancang agar dapat diikuti oleh guru aktif tanpa mengabaikan tanggung jawab utama mereka di sekolah. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu aspek yang banyak ditanyakan peserta dalam sesi diskusi.
Pertanyaan guru tidak hanya berkaitan dengan mekanisme RPL. Peserta juga menggali informasi mengenai penilaian portofolio, linieritas ijazah, waktu perkuliahan, peluang pendanaan penelitian, hingga pilihan topik riset yang relevan dengan pendidikan matematika.
Dalam pengembangan akademik, Program Studi Magister Pendidikan Matematika juga memperkenalkan peluang beasiswa dan hibah riset yang dapat diakses mahasiswa. Salah satunya melalui program Rekognisi Penelitian Mahasiswa dan Dosen FTIK yang diarahkan untuk mendorong kolaborasi penelitian.
Penguatan aspek riset tersebut sejalan dengan orientasi Program Magister Pendidikan Matematika yang tidak hanya diarahkan pada penguasaan substansi matematika dan pedagogi, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan karya ilmiah serta mengembangkan inovasi pembelajaran.
Di tengah transformasi digital pendidikan, peningkatan kualifikasi akademik guru juga menghadapi tuntutan baru. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi perlu mampu membaca perubahan teknologi, mengembangkan strategi pembelajaran, serta menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Karena itu, pertemuan dengan MGMP Matematika SMA se-Jawa Timur tidak berhenti pada agenda promosi PMB. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pengembangan profesional guru dengan peluang pendidikan lanjut yang tersedia di perguruan tinggi.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berkembang sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan tentang RPL, riset, fleksibilitas studi, hingga pengembangan karier menunjukkan bahwa kebutuhan guru terhadap pendidikan lanjut tidak hanya berkaitan dengan perolehan gelar, tetapi juga dengan penguatan kompetensi profesional.
Melalui jejaring bersama MGMP Matematika SMA se-Jawa Timur, Program Studi Magister Pendidikan Matematika FTIK UIN Malang membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan komunitas profesional guru, terutama dalam pengembangan pendidikan matematika, penelitian, dan inovasi pembelajaran.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.