ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Muthia Ayya Fathinisa, mahasiswi Program Studi Ilmu Aktuaria Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika; Catharina Hanya Dara Carla, mahasiswi Program Studi Ekonomi Keuangan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan Laurentia Anindya, mahasiswi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, melakukan penguatan tata kelola dan digitalisasi UMKM melalui aksi Pembukuan Inklusif Laporan Keuangan, Implementasi QRIS, dan Penandaan Lokasi pada Google Maps di Desa Ngadireso, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 18 sampai 21 Juli 2026, yang diadakan secara door-to-door sehingga pelaku UMKM setempat dapat memperoleh pendampingan secara langsung dan personal. Kolaborasi lintas disiplin ilmu yang diberikan oleh ketiga mahasiswi ini memberikan pendampingan yang komprehensif, mulai dari aspek keuangan, perbankan, hingga ekonomi digital.
“Setelah melakukan observasi secara mendalam dengan beberapa pelaku UMKM, mereka masih kesulitan dalam melakukan digitalisasi hingga tata kelola keuangan. Pelaku UMKM belum memiliki pembukuan keuangan, QRIS, hingga penandaan GMAPS,” ujar Ayya.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, tim MMD UB Kelompok 26 di bawah bimbingan Dr. Firman Jaya, S.Pt., M.P., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), merancang program pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pelaku UMKM di Desa Ngadireso. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat tata kelola keuangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Menurut mereka, pendekatan ini bisa menjadi solusi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan menyusun tata kelola hingga digitalisasi yang lebih baik lagi. Program pengabdian ini dirancang dengan tiga pilar kegiatan utama yang saling melengkapi guna mendorong UMKM di Desa Ngadireso lebih siap menghadapi ekosistem ekonomi digital.
Program pengabdian ini dirancang dengan tiga pilar kegiatan utama, yaitu Pembukuan Inklusif Laporan Keuangan dengan pendampingan terhadap pelaku UMKM dalam menyusun pencatatan keuangan usaha secara sederhana namun tertib melalui aplikasi BukuWarung maupun Buku Fisik, sehingga pemilik usaha dapat memantau arus kas, keuntungan, dan kondisi keuangan usahanya dengan lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Untuk mendorong transformasi digital dalam transaksi usaha, tim melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM dalam pendaftaran dan penggunaan QRIS. Langkah ini bertujuan mempermudah proses pembayaran nontunai, memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Guna meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM di ranah digital, tim juga membantu pelaku usaha mendaftarkan dan menandai lokasi usahanya di Google Maps. Dengan demikian, usaha yang sebelumnya sulit ditemukan kini dapat lebih mudah diakses oleh calon konsumen, baik dari dalam maupun luar Desa Ngadireso.
Berbeda dari kegiatan sosialisasi yang umumnya dilakukan secara klasikal atau kolektif, tim memilih pendekatan door-to-door dengan mendatangi langsung rumah maupun tempat usaha warga satu per satu. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena beberapa alasan: memberikan pendampingan yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, serta membangun kedekatan dan kepercayaan antara tim pengabdian dan masyarakat setempat.
Melalui metode ini, pelaku UMKM Desa Ngadireso memperoleh ruang untuk berkonsultasi secara langsung, menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi dalam mengelola usaha, serta menerima bimbingan dan pengarahan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari tanpa harus menyesuaikan jadwal atau berkumpul di satu lokasi tertentu.
Keterkaitan kegiatan pengabdian ini sejalan dengan SDGs 1 Tanpa Kemiskinan melalui Upaya peningkatan kapasitas ekonomi pelaku UMKM sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat desa. SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan tata kelola usaha dan pendampingan yang mendorong keberlanjutan serta produktivitas UMKM. SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui adopsi teknologi digital seperti QRIS, Google Maps, dan BukuWarung yang memperkuat infrastruktur ekonomi digital di tingkat usaha mikro dan kecil. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa lintas program studi dan pelaku UMKM sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di Desa Ngadireso, tidak hanya dalam hal peningkatan tata kelola keuangan, tetapi juga dalam mempercepat adaptasi terhadap digitalisasi ekonomi secara menyeluruh. Dengan pembukuan yang lebih tertib, sistem pembayaran yang lebih modern melalui QRIS, serta visibilitas usaha yang lebih baik melalui platform digital seperti Google Maps, UMKM di Desa Ngadireso diharapkan dapat tumbuh lebih mandiri, kompetitif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.
Lebih dari sekadar program pendampingan teknis, sinergi antara mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan dalam kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, sekaligus mempertegas peran generasi muda sebagai agen perubahan yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.