Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Dimeriahkan Reog, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Bikin Gemblidik Race Lumbang Makin Viral

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Olahraga tradisional Gemblidik Race di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, terus berkembang dan semakin

Muhammad Zaini (kaos putih) bersama para pemenang

Muhammad Zaini (kaos putih) bersama para pemenang (Foto: Dok. Pri. Muhammad Zaini)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Olahraga tradisional Gemblidik Race di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang balap papan kayu gelindingan tersebut bahkan mulai diarahkan menjadi salah satu agenda olahraga tradisional daerah.Grand Final Gemblidik Race 2026 digelar di Desa Lumbang, Minggu (13/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB. Dari 45 peserta mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Karang Taruna Lumbang Bersatu,btersisa enam peserta yang berlaga di babak final.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Grand Final Gemblidik Race 2026.

Dukungan tersebut bukan kali pertama. Ketua Karang Taruna Lumbang, Dimas, mengungkapkan, kolaborasi dengan Muhammad Zaini bermula setelah Zaini melihat kegiatan Gemblidik Race melalui beranda TikTok pada 2024.

“Gemblidik Race sudah empat tahun. Kolaborasi dengan Wakil DPRD Muhammad Zaini awalnya lewat di beranda TikTok tahun 2024. Beliau sudah support, meskipun waktu grand final belum bisa hadir,” ujar Dimas.

Pada 2025, pengurus Karang Taruna kemudian melakukan audiensi secara langsung ke kantor Muhammad Zaini. Dukungan pun semakin berkembang. Pada pelaksanaan grand final tahun tersebut, Zaini dapat hadir dan memberikan dukungan, termasuk bantuan untuk kebutuhan media publikasi.

Muhammad Zaini Disebut Serius Dorong Kreativitas PemudaDimas mengatakan, dukungan dari legislatif sangat dibutuhkan agar Gemblidik Race semakin berkembang dan dikenal lebih luas.

“Kami butuh dukungan dari pihak legislatif supaya lebih booming. Alhamdulillah tercapai. Di Pasuruan banyak yang tahu. Teman kuliah banyak yang tahu. Event ini viral,” ungkap Dimas, warga setempat mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) jurusan PGSD.

Menurutnya, Muhammad Zaini tidak hanya memberikan dukungan secara simbolis. Pada penyelenggaraan Gemblidik Race 2026, seluruh hadiah peserta disebut mendapat dukungan penuh dari Zaini.

“Pak Zaini benar-benar ingin mendorong. Tahun 2026, beliau support semua hadiah, full dicover,” katanya.

Dimas menilai perhatian tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kegiatan kepemudaan dan kreativitas masyarakat.

“Beliau peduli dengan pemuda, tidak lelah membimbing. Usulan tidak hanya Gemblidik, tetapi juga ada kesenian,” ujarnya.

Ingin Digandeng DisporaDimas berharap Gemblidik Race ke depan tidak hanya menjadi event komunitas, tetapi dapat berkembang menjadi agenda kegiatan daerah.Ia berharap Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dapat ikut menggandeng dan membina kegiatan tersebut karena Gemblidik merupakan olahraga tradisional yang lahir dari masyarakat Lumbang.

“Harapannya event ini bisa menjadi agenda kegiatan daerah. Kami ingin digandeng Dispora untuk dibina, karena konsep olahraga ini asli Lumbang,” tuturnya.

Gemblidik sendiri mulai kembali dikembangkan setelah kondisi masyarakat berangsur membaik pascapandemi Covid-19. Bagi masyarakat Lumbang, olahraga tersebut memiliki nilai lebih karena masih menggunakan konsep dan perlengkapan tradisional.

“Gemblidik ini menarik karena masih produk murni tradisional. Ini menjaga tradisi Kecamatan Lumbang. Insyaallah akan mengarah ke sana. Dikelola Dispora, perlu digalakkan agar ke depan tidak hanya Pasuruan, tetapi olahraga Gemblidik semakin digemari,” jelasnya.

Menurut Dimas, kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan olahraga tradisional tersebut.

“Harapannya ke depan Pemda bisa ikut andil, ikut membersamai dan meramaikan. Agar tradisional ini tetap terjaga. Salah satunya dengan tetap menjaga warisan leluhur,” katanya.

Ia mengakui mengembangkan kegiatan tradisional bukan perkara mudah. Namun, menurutnya, potensi Gemblidik sangat besar apabila dikelola secara bersama-sama.

“Mohon lebih banyak kolaborasi, antara Pemda dan swasta. Potensinya luar biasa. Memang berat, tapi akan menjaga,” tandasnya.

Final Gemblidik Dimeriahkan Reog

Bersama para pemain Reog

Tidak hanya olahraga tradisional, Grand Final Gemblidik Race 2026 juga dikolaborasikan dengan kesenian tradisional Reog.

Salah seorang penggiat Reog, Tinjau, mengatakan kelompok Reog di Lumbang telah eksis selama sekitar 19 tahun. Padepokan Reog Lumbang memiliki sekitar 35 anggota yang siap ikut meramaikan kegiatan Gemblidik.

“Reog sudah 19 tahun. Kalau ada yang mengundang, Reog siap. Ada padepokan di Lumbang. Anggotanya 35, siap meramaikan Gemblidik,” ungkapnya.

Kolaborasi olahraga dan kesenian tersebut menjadi gambaran bagaimana kegiatan kepemudaan di Desa Lumbang tidak hanya diarahkan pada kompetisi olahraga, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk menjaga kebudayaan lokal.

Pemdes Dukung Pengembangan Budaya Lumbang

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Lumbang. Kepala Desa Lumbang, Sukarsih, menyampaikan bahwa pemerintah desa memberikan support terhadap kegiatan yang digelar masyarakat, khususnya kegiatan yang melibatkan pemuda.

Menurutnya, Gemblidik Race memang secara khusus diperuntukkan bagi warga Lumbang.

“Support dari Pemdes. Pesertanya 45, memang khusus untuk warga Lumbang,” ujar Sukarsih.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan Desa Lumbang.

“Saya ingin pemuda bisa meningkatkan kebudayaan di Desa Lumbang. Bukan hanya olahraga,” katanya.

Sukarsih yang merupakan warga asli Lumbang dan telah menjalani satu periode sebagai kepala desa tersebut menilai potensi budaya lokal perlu terus diberi ruang agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Pastikan Hadir Grand Final Gemblidik Race Lumbang, Apresiasi Balap Papan Kayu Jadi Wadah Kreativitas Warga

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.