TULUNGAGUNG | JATIMSATUNEWS.COM: SMK NU Tulungagung berhasil meraih juara pertama dalam ajang “Samurai Education Painting” yang digelar Samurai Painting Surabaya di SMK NU Tulungagung, Senin-Rabu (7-9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut terdiri atas workshop pelatihan sekaligus perlombaan painting dan modifikasi bodi sepeda motor. Ajang tahunan ini diikuti 10 SMK dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar.
Crew Samurai Kurobushi Surabaya, Akhsan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah berjalan sejak 2019. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah pelatihan, tetapi juga ajang kompetisi untuk menemukan talenta baru di bidang painting dan modifikasi sepeda motor.
Baca juga: Santri Enterpreneur: Kunjungan SMK NU Lekok ke Omah Edukasi Tempe
“Setiap tahun kita selalu mencari bibit-bibit baru. Jadi, setiap ada penerimaan siswa baru, kita selalu mengadakan pelatihan pengecatan dan modifikasi bodi motor di sekolah masing-masing. Setelah pelatihan, kita juga mengadakan event lomba, salah satunya mengecat bodi motor,”ujarnya.
Pada ajang tahun ini, SMK NU Tulungagung berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, sedangkan juara ketiga diraih SMK Islam 2 Durenan Trenggalek.
Kepala Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK NU Tulungagung, Bapak Wikono, mengatakan peserta yang dikirim dalam kompetisi tersebut sebelumnya melalui proses seleksi dari jurusan. Tiga siswa yang terpilih yakni M. Evan Ramdhan, Ahmad Azka An Nashif, dan M. Zurro Aprilian.
“Dengan adanya kegiatan seperti Samurai Education Painting ini, kami berharap dapat menyaring dan mencari bibit-bibit terbaik dalam bidang painting dan modifikasi sepeda motor,”ungkapnya.
Dalam perlombaan, peserta dituntut mengembangkan desain grafis dengan berbagai teknik, mulai dari pola 3D, shadow, gradasi hingga tribal.
Menurut Pak Wikono, persiapan mengikuti kompetisi membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Para siswa harus mempelajari kombinasi warna agar hasilnya menarik, sekaligus memperhatikan detail garis, pola, dan grafis yang disesuaikan dengan tipe bodi sepeda motor.
“Persiapannya cukup banyak menyita waktu dan pemikiran, karena siswa harus belajar mengombinasikan warna agar menarik perhatian. Detail line, pola, dan grafis juga harus disesuaikan dengan tipe bodi motornya,”jelasnya.
Setelah meraih juara pertama, pihak jurusan menargetkan para siswa dapat mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan digelar di Surabaya pada pekan terakhir Oktober 2026.
“pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan di bidang painting dan modifikasi sepeda motor setelah lulus dari SMK NU Tulungagung,”terangnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK NU Tulungagung, Bapak Ahmad Rizal Nurhendra, S.Pd. menyatakan dukungan sekolah terhadap siswa dalam mengikuti kompetisi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan teknis, melainkan bagian dari investasi karakter dan keahlian.
Menurutnya, dukungan paling krusial ada pada kepercayaan dan ruang gerak. Dukungan tersebut telah diberikan sejak mulai tahap persiapan hingga setelah siswa meraih prestasi.
“Pihak sekolah, perlu jeli melihat potensi siswa sejak di bengkel harian. Sebelum lomba, sekolah memberikan kepercayaan sekaligus ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensinya, khususnya melalui jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM),”ujarnya.
Dukungan itu kemudian diwujudkan melalui penyediaan sarana latihan, mulai dari kompresor, area pengecatan, hingga cat dan berbagai bahan pendukung. Selain kemampuan teknis, guru pembimbing juga berperan dalam membangun mental dan kepercayaan diri siswa sebelum menghadapi kompetisi.
Saat perlombaan berlangsung, sekolah memastikan kebutuhan siswa tetap terpenuhi, baik dari sisi transportasi, konsumsi, maupun pendampingan guru. Kehadiran guru pembimbing di lokasi lomba dinilai penting untuk menjaga fokus dan ketenangan siswa ketika menghadapi tekanan kompetisi.
Dukungan tersebut tidak berhenti setelah siswa membawa pulang piala. Sekolah perlu memberikan apresiasi sekaligus ruang untuk mengembangkan prestasi tersebut.
“Pengakuan resmi saat upacara di hadapan teman-temannya itu dampaknya luar biasa untuk rasa percaya diri anak. Tambahan lagi, pemberian reward seperti beasiswa internal atau uang pembinaan serta pencatatan prestasi ke portofolio BKK adalah bentuk tanggung jawab sekolah untuk mengawal masa depan karier mereka,”tambahnya.
Ia juga melihat kemenangan dalam ajang Samurai Kurobushi sebagai momentum strategis bagi SMK NU Tulungagung. Menurutnya, prestasi tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya budaya kompetisi dan prestasi di lingkungan sekolah. Ia juga berharap keberhasilan siswa dapat menghilangkan keraguan siswa lain untuk berkompetisi.
“Anak-anak TSM yang lain, bahkan jurusan lain, harus melihat ini sebagai bukti bahwa dengan latihan tekun dan bimbingan yang tepat, siswa SMK NU Tulungagung mampu mengalahkan pesaing dari mana pun,”terangnya.
Dari sisi hubungan industri, kemenangan tersebut juga dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya Samurai Kurobushi serta sektor otomotif dan pengecatan.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi dapat berkembang melalui program guru tamu, dukungan bahan praktik, kesempatan magang atau PKL, hingga peluang rekrutmen bagi lulusan.
“Piala ini adalah alat tawar yang sangat kuat. Kita tidak ingin kerja sama ini cuma berhenti di event lomba saja, tetapi berlanjut ke program Guru Tamu, donasi atau hibah bahan praktik, peluang magang berkualitas, hingga jalur rekrutmen kerja khusus bagi lulusan kita,” jelasnya.
Prestasi tersebut menjadi validasi bahwa pembelajaran praktik pengecatan di bengkel TSM SMK NU Tulungagung telah relevan dengan kebutuhan industri. Karya siswa yang mampu meraih pengakuan dalam kompetisi menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi menghasilkan keterampilan yang dapat diuji secara langsung.
“Bagi sekolah, kemenangan itu sekaligus menjadi penguat citra di tengah masyarakat. Prestasi siswa diharapkan menjadi bukti bahwa SMK NU Tulungagung mampu membekali peserta didik dengan keterampilan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,”pungkasnya.
Sementara itu, Ahmad Azka An Nashif, siswa kelas 10 TSM SMK NU Tulungagung, mengaku kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi painting bodi motor.
“Kami mengikuti kegiatan seperti ini baru pertama kali. Dalam persiapannya meliputi latihan desain pola, menggambar, dan mengecat,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan banyak pengalaman baru. Mulai dari proses mendesain pola yang akan diterapkan pada bodi motor, membuat sketsa di bodi, hingga menjaga kerapian selama proses pengecatan.
Ia juga berpesan kepada teman-temannya agar terus belajar dan berlatih untuk mengembangkan keterampilan.
“Semangat belajar adalah kunci utama dalam mendalami segala ilmu pengetahuan, terutama pada bidang painting bodi motor. Ketelitian dan kerapian menjadi hal yang sangat penting dalam pengecatan bodi motor,”jelasnya.
Penulis : M. Fakhrina Haqiqul Umam


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.