MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat untuk membangun generasi inspiratif menuju Indonesia Emas 2045 terus digemakan di Kota Malang melalui ajang bergengsi Inspiratif Icon 2026. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Mental Health Summit (IMHS) 2026 ini diselenggarakan secara hybrid di Mall Malang City Point (MCP) pada Minggu, 13 September 2026.
Diinisiasi oleh PT Laressa Rafflesia International (LARI) dan media pers nasional psikoday.com, perhelatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Inspiratif Menuju Indonesia Emas 2045” sebagai wujud kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, profesional, dan masyarakat.
Founder Today Group dan psikoday.com, Ade Laressa, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk melahirkan penerus bangsa yang tidak hanya bertalenta, tetapi juga mampu menjadi sumber inspirasi di lingkungannya. Ia menyatakan tekadnya untuk membangun Gerakan Generasi Inspiratif Indonesia yang berdaya saing global.
Baca juga: Tradisi Rakor JatimSatuNews di Alas Veenuz Trawas, Hangat Akrab Inspiratif
Baca juga: PAUD/KB Bhinneka Tunggal Ika Nongkosongo Tumpang Malang bersama Kak Seto
“Harapannya melalui gerakan generasi inspiratif ini dapat mewujudkan visi psikoday yakni Inspirasi Indonesia untuk global, dimana psikoday bercita-cita menggali inspirasi dari berbagai daerah di Indonesia agar dikenal secara global,” ungkap Ade Laressa.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan Multi Helix karena dukungan bersama sangat dibutuhkan agar potensi anak-anak hingga penyandang disabilitas bisa berkembang maksimal.
Kehadiran Komisaris PT LARI, Kak Seto, menjadi daya tarik utama dalam memperkuat pesan perlindungan anak dan kesehatan mental generasi digital. Selain menjadi narasumber kunci dalam seminar nasional, nama Kak Seto juga diabadikan sebagai piala bergilir dalam ajang Pemilihan Mas & Miss Inspiratif Icon untuk kategori Kids, Teens, Campus, dan Difabel. Ade Laressa menegaskan bahwa kontes ini tidak murni menilai penampilan fisik.
“Yang ingin kita cari bukan sekadar siapa yang tampil paling baik, tetapi siapa yang mampu memberikan inspirasi,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa kepedulian sosial dan wawasan adalah poin penilaian utama.
Kolaborasi pemerintah daerah tampak kental dengan hadirnya Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., yang dijadwalkan menjadi keynote speaker untuk memperkuat sinergi komunitas dan pemerintah. Di sisi lain, Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat, S.T., M.M., turut hadir untuk menyerahkan Piala Wali Kota Malang kepada Kak Seto, sekaligus menerima anugerah Kota Inspiratif International dari psikoday.com.
Menggenapi misi kemanusiaannya, acara ini juga membuka donasi untuk korban bencana di Aceh dan NTT, sekaligus menjadi panggung peluncuran perdana Psikoday Bengkulu dan Psikoday Magazine.

Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.