Langsung ke konten
Sabtu, 12 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Gubernur Khofifah Sabet Penghargaan PRIWOLA 2026, Tegaskan Kepercayaan Publik Butuh Kerja Nyata

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menuai apresiasi gemilang.

Poster digital ucapan rasa syukur dan selamat atas diraihnya penghargaan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 Kategori Special Awards sebagai Kepala Daerah Perempuan Bereputasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Poster digital ucapan rasa syukur dan selamat atas diraihnya penghargaan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 Kategori Special Awards sebagai Kepala Daerah Perempuan Bereputasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menuai apresiasi gemilang. Kali ini, beliau dianugerahi penghargaan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 pada kategori Special Awards, subkategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi.

Mewakili Gubernur Khofifah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin menerima langsung penghargaan tersebut dalam prosesi yang digelar di Auditorium Ir. Widjatmoko, Universitas Semarang, Kota Semarang, pada Kamis (10/9/2026).

Menanggapi capaian ini, Khofifah menyampaikan bahwa penghargaan tersebut sejatinya bukan sekadar bentuk apresiasi personal. Ia menilai, raihan ini adalah wujud nyata pengakuan atas kerja keras kolektif seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tanpa henti membangun sistem komunikasi publik yang sehat, transparan, dan memprioritaskan masyarakat.

Baca juga: Disinggung Khofifah Jadi Penerus Gubernur Jatim, Emil Dardak Pilih Fokus Benahi Bansos

Baca juga: Hari Polwan 2026: Khofifah Puji Peran Ganda Polwan Jatim yang Tegas dan Humanis

“Terima kasih kepada PR INDONESIA atas apresiasi ini. Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Jawa Timur, seluruh jajaran Pemprov Jatim, insan kehumasan, media, dan para mitra yang terus menjaga komunikasi publik di Jawa Timur tetap sehat serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Khofifah penuh syukur.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa komunikasi publik tidak seharusnya dipandang semata sebagai instrumen pemerintah untuk mendistribusikan informasi. Pemerintah, menurutnya, juga dituntut memiliki kepekaan untuk mendengarkan keluh kesah publik, memberikan edukasi yang mudah dicerna, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar dipahami urgensi dan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Komunikasi publik mencakup penyampaian informasi, kesediaan untuk mendengar, pemberian penjelasan yang jernih, serta upaya memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat setiap kebijakan,” tegas orang nomor satu di Jawa Timur tersebut.

Gubernur juga menggarisbawahi bahwa kepercayaan masyarakat tidak bisa sekadar dibangun melalui retorika. Sinkronisasi antara apa yang dijanjikan pemerintah dengan realisasi kerja nyata di lapangan adalah harga mati. Oleh sebab itu, komunikasi yang baik mutlak harus beriringan dengan pelayanan responsif dan hasil kerja yang dampaknya langsung menyentuh masyarakat.

Di era digital yang bergerak serba cepat, Khofifah menyadari diseminasi informasi melesat tak terkendali. Ia mengingatkan jajarannya untuk mampu beradaptasi cepat dalam menyediakan layanan informasi tanpa mengesampingkan akurasi, serta senantiasa menggunakan bahasa yang jelas demi menghindari multitafsir.

Iklan

“Kita membutuhkan informasi yang cepat, benar, dan utuh. Setiap informasi pemerintah harus membantu masyarakat mengambil keputusan, memperoleh layanan, dan memahami langkah yang sedang dilakukan pemerintah,” tuturnya.

Mengingat karakteristik masyarakat Jawa Timur yang sangat heterogen, Gubernur Khofifah juga mendorong tersedianya saluran komunikasi dua arah yang inklusif dan mudah dijangkau. Pemerintah tidak boleh hanya fasih menyiarkan program, tetapi juga harus berbesar hati merangkul setiap masukan.

“Kita juga harus mendengar. Aspirasi, kritik, maupun masukan dari masyarakat harus menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ekosistem informasi yang sehat, Khofifah memandang kolaborasi dengan insan media sebagai sebuah keniscayaan. Ia menyadari sepenuhnya peran strategis media, baik sebagai jembatan informasi maupun instrumen kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Hubungan ini harus senantiasa dirawat lewat jalinan komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

Sebagai sosok pemimpin perempuan, Khofifah turut memposisikan penghargaan ini sebagai pelecut semangat bagi kaum hawa lainnya. Ia berharap momentum ini mampu menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani mengambil tongkat estafet kepemimpinan publik dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.

“Diharapkan apresiasi ini dapat menjadi penyemangat bagi semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan menghadirkan perubahan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” pesannya hangat.

Menutup pernyataannya, Khofifah memastikan bahwa anugerah PRIWOLA 2026 ini akan menjadi katalisator bagi Pemprov Jatim untuk terus menggenjot standar komunikasi publik mereka melalui pengelolaan isu yang responsif dan penyediaan data yang akurat.

“Penghargaan ini menjadi pengingat agar kami terus memperbaiki kualitas pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga setiap hari melalui kerja nyata, keterbukaan, dan kesediaan untuk terus mendengar,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.