MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meneguhkan kembali identitas keilmuan sekaligus karakter warganya melalui peringatan Hari Lahir (HARLAH) PIPS FTIK 2026. Kegiatan yang digelar HMPS-PIPS tersebut mengajak mahasiswa memperkuat solidaritas, spiritualitas, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Mengusung tema “Meningkatkan Mentalitas dan Spiritualitas Warga PIPS yang Solid, Progresif, dan Berintegritas,” kegiatan berlangsung di Masjid Ulul Albab Lantai 1 UIN Malang, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 28 peserta dan 40 pengurus mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan refleksi keilmuan PIPS dengan penguatan spiritualitas.
Ketua Pelaksana M. Khoirul Azam Bihari, Ketua HMPS-PIPS Kresna Adi Prasetya, dan Ketua Program Studi Pendidikan IPS Dr. Saiful Amin, M.Pd., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Rangkaian acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan dan perkembangan PIPS.
Sesi keilmuan diisi Dr. Drs. Muh. Yunus, M.Si., yang mengajak peserta memahami kembali perjalanan Program Studi Pendidikan IPS, prospek lulusan, pentingnya penelitian, serta posisi ilmu sosial di tengah perubahan teknologi.
Dalam paparannya, Muh. Yunus menjelaskan bahwa PIPS telah berdiri sejak 1999 dan terus mengalami perkembangan. Salah satu arah pengembangan yang tengah diupayakan adalah pembukaan program magister.
Mahasiswa juga didorong untuk meningkatkan minat terhadap penelitian dan produktivitas publikasi ilmiah dengan menjadikan berbagai fenomena sosial sebagai objek kajian.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi bagian dari pembahasan. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak serta-merta menghilangkan relevansi ilmu sosial karena terdapat aspek-aspek kemanusiaan yang tetap membutuhkan peran manusia, seperti empati, kepedulian, dan kesadaran sosial.
Pembahasan turut diarahkan pada prospek lulusan PIPS, termasuk peluang melanjutkan karier melalui jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemahaman terhadap sejarah, prospek, dan posisi keilmuan tersebut diharapkan mendorong mahasiswa tidak hanya bangga terhadap almamater, tetapi juga aktif belajar, meneliti, berkarya, dan berkontribusi di masyarakat.
Penguatan karakter kemudian dilanjutkan melalui sesi spiritualitas yang disampaikan Dr. H. Ali Nasith, M.Si., M.Pd.I. Ia mengajak peserta merefleksikan perjalanan hidup, pentingnya memanfaatkan waktu, serta menjadikan doa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi tantangan.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya membangun kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah dan doa, termasuk salat tahajud serta memanfaatkan waktu-waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa.
Pesan tersebut menempatkan keberhasilan mahasiswa tidak semata pada pencapaian akademik maupun karier, tetapi juga pada kualitas keimanan, akhlak, dan kemampuan menjalani kehidupan secara bijaksana.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. Bagi HMPS-PIPS, HARLAH 2026 menjadi ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap program studi sekaligus menghubungkan identitas keilmuan dengan pembentukan karakter mahasiswa.
Peringatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan PIPS tidak hanya bertumpu pada kecakapan akademik. Mentalitas, spiritualitas, solidaritas, dan integritas menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan jati diri sebagai insan pendidikan ilmu sosial.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.