Langsung ke konten
Selasa, 8 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

452 Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UMM dari Sabang hingga Merauke

FH UMM Kian Diminati, 452 Mahasiswa Baru Datang dari Sabang hingga Merauke MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH

452 mahasiswa baru dari sekitar 700 mengikuti Persmaba

452 mahasiswa baru dari sekitar 700 mengikuti Persmaba (Foto: Dok. Pri Anis Hidayatie)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) semakin menunjukkan daya tariknya di kalangan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahun akademik 2026/2027, FH UMM mencatat 452 mahasiswa baru dari sekitar 700 pendaftar.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun akademik sebelumnya FH UMM menerima sekitar 400 mahasiswa baru, tahun ini jumlahnya bertambah lebih dari 50 mahasiswa.

Ratusan mahasiswa baru tersebut mengikuti rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) sebagai tahapan awal untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan.

Baca juga: Open House HKI Sambut 296 Mahasiswa Baru, Didorong Jadi Praktisi Hukum Unggul

Baca juga: Alpha Meet & Greet 2026, Tadris Matematika UIN Malang Bangun Fondasi Akademik Mahasiswa Baru

Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum., mengatakan, salah satu hal yang menarik dari penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah semakin luasnya sebaran daerah asal mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa baru FH UMM tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke.
“Sebaran mahasiswa baru tahun ini sangat merata dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke,” ujar Prof. Tongat, Selasa (8/9/2026).
Untuk wilayah di luar Jawa Timur, peminat FH UMM antara lain banyak berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pesmaba Kenalkan Dunia Perkuliahan
Prof. Tongat menjelaskan, kegiatan Pesmaba tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakteristik pendidikan tinggi yang memiliki pola belajar berbeda dibandingkan pendidikan di tingkat sekolah menengah.
Mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai sistem perkuliahan, termasuk Satuan Kredit Semester (SKS), perencanaan studi, serta pola belajar mandiri yang menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik mahasiswa.
“Esensinya kita memperkenalkan studi, memperkenalkan tentang bagaimana mereka harus belajar di perguruan tinggi yang sebetulnya jauh berbeda dengan ketika mereka belajar atau studi di sekolah menengah,” jelasnya.
Menurut Prof. Tongat, mahasiswa perlu sejak awal memahami bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas. Kemampuan mengatur waktu, merencanakan studi, belajar mandiri, serta aktif mengembangkan kompetensi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik.
Pertahankan Standar Akademik
Meningkatnya minat calon mahasiswa tersebut juga tidak terlepas dari komitmen FH UMM dalam mempertahankan kualitas pendidikan hukum.
Prof. Tongat menyebut FH UMM telah mengantongi akreditasi A dan berhasil mempertahankan predikat Akreditasi Unggul sebanyak lima kali, termasuk dalam proses konversi keunggulan terbaru.
“Fakultas ini telah mengantongi akreditasi A dan sukses mempertahankan predikat akreditasi Unggul sebanyak lima kali, termasuk dalam proses konversi keunggulan terbaru,” katanya.
Penguatan kualitas tersebut juga didukung dengan capaian akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Capaian itu menjadi bagian dari upaya FH UMM membangun lingkungan pendidikan hukum yang tidak hanya berorientasi pada standar nasional, tetapi juga memiliki perspektif akademik global.
Dorong Mahasiswa Lulus Tepat Waktu
Selain menjaga mutu akademik, FH UMM juga menyiapkan sistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan secara tepat waktu.
Prof. Tongat mengatakan, fakultas menerapkan kurikulum yang terstruktur sehingga mahasiswa dapat merencanakan perjalanan studinya secara berkala pada setiap semester.
“Untuk mendorong kelulusan tepat waktu, kami (FH UMM) menerapkan kurikulum terstruktur yang membimbing mahasiswa merencanakan studi secara berkala per semester,” terangnya.
Menariknya, FH UMM juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan sarjana hukum tanpa skripsi melalui jalur publikasi karya tulis ilmiah.
Karya ilmiah mahasiswa dapat dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 1 hingga Sinta 4, maupun jurnal internasional bereputasi seperti Scopus, sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
“Karya tersebut dapat dimuat di jurnal nasional terakreditasi (Sinta 1 hingga Sinta 4) maupun jurnal internasional bereputasi seperti Scopus,” tegas Prof. Tongat.
Siapkan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Dengan semakin beragamnya mahasiswa yang bergabung, FH UMM terus memperkuat ekosistem akademiknya agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teoritis di bidang hukum, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kesiapan tersebut diperkuat melalui standar akademik global, fasilitas penunjang pembelajaran, serta berbagai program kolaborasi internasional.
Salah satunya melalui program student mobility dan transfer kredit yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan pendidikan tinggi yang lebih luas.
Dengan berbagai strategi tersebut, FH UMM menargetkan dapat terus melahirkan sarjana hukum yang kompeten, adaptif, memiliki wawasan global, dan mampu bersaing di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
Bertambahnya mahasiswa baru dari berbagai wilayah Indonesia menjadi sinyal bahwa FH UMM tidak hanya menjadi pilihan bagi calon mahasiswa di Jawa Timur, tetapi juga semakin dipercaya sebagai salah satu destinasi pendidikan hukum bagi generasi muda dari berbagai penjuru Nusantara. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.