Langsung ke konten
Selasa, 8 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Gaya Elegan Senator Ning Lia: Rahasia Tampil Fresh dengan Sentuhan Batik Nusantara

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengungkapkan bahwa tampil memesona berawal dari rasa nyaman terhadap diri sendiri.

Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), memancarkan aura fresh dan elegan dalam balutan busana kasual bernuansa cerah yang nyaman dikenakan saat beraktivitas di luar ruangan.

Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), memancarkan aura fresh dan elegan dalam balutan busana kasual bernuansa cerah yang nyaman dikenakan saat beraktivitas di luar ruangan.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Penampilan yang segar dan elegan nyatanya tidak selalu menuntut busana mahal atau riasan yang berlebihan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., membuktikan bahwa kenyamanan dan energi positif adalah kunci utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama ketika harus turun langsung menyapa masyarakat.

Senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengungkapkan bahwa tampil memesona berawal dari rasa nyaman terhadap diri sendiri. “Tampil fresh tidak harus berlebihan. Yang penting nyaman, serasi, percaya diri, dan tetap menjadi diri sendiri. Ketika kita nyaman dengan apa yang dikenakan, energi positif itu juga akan terasa,” ungkapnya.

Untuk menjaga aura positif tersebut, Ning Lia selalu membiasakan diri mengawali hari dengan senyum tulus. Ia meyakini bahwa senyuman sederhana mampu menghadirkan suasana hangat sekaligus membuat wajah terlihat jauh lebih cerah dan bersemangat. Lebih dari sekadar pakaian, sikap yang ramah dinilainya sebagai penyempurna penampilan.
Dalam urusan berbusana, Ning Lia merekomendasikan pemilihan warna-warna hidup seperti biru, hijau, pastel, atau cream yang dipadukan secara serasi. Namun, ia mengingatkan agar setiap orang tidak sekadar membebek pada tren. Baginya, potongan busana wajib disesuaikan dengan postur tubuh masing-masing agar terlihat proporsional. “Setiap orang memiliki postur yang berbeda. Jadi, yang terpenting bukan sekadar mengikuti tren, tetapi memahami apa yang paling sesuai dengan diri kita,” paparnya.

Iklan

Baca juga: Istimewa Penampilan Ning Lia Dan Gus Bay, Bulan Bahasa Dan Sastra di SMP PGRI 01 Dau Luar Biasa

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Kecintaannya pada budaya lokal juga membuat Ning Lia konsisten menjadikan batik sebagai sentuhan khas dalam setiap penampilannya. Menurutnya, batik dapat dikreasikan menjadi gaya yang modern, fresh, sekaligus memancarkan keanggunan. “Saya mencintai batik karena setiap motif membawa identitas dan cerita tentang kekayaan Nusantara. Memakai batik juga menjadi salah satu cara menunjukkan rasa bangga terhadap Indonesia,” tegas perempuan berhijab ini.

Iklan

Bagi para pengguna hijab, ia menyarankan pemilihan model yang menunjang bentuk wajah dan tidak mengorbankan kenyamanan. Mengingat iklim Indonesia yang tropis, Ning Lia juga sangat selektif memilih material kain. Ia menyarankan penggunaan bahan yang ringan dan tidak terlalu tebal agar tubuh tetap leluasa bergerak saat jadwal sedang padat-padatnya.

Sebagai sentuhan akhir, ia memilih riasan natural yang dipertegas dengan pulasan lipstik berwarna cerah agar wajah tidak terlihat pucat. Ning Lia juga selalu memastikan busananya relevan dengan agenda yang dihadiri. “Menyesuaikan pakaian dengan agenda adalah bagian dari menghargai kegiatan dan orang-orang yang kita temui,” jelasnya.

Pada akhirnya, Ning Lia menegaskan bahwa pakaian serapi apa pun tidak akan membekas tanpa diimbangi oleh sikap yang baik dan rasa percaya diri. Ia mengajak semua perempuan untuk berani tampil otentik. “Tidak perlu menjadi orang lain untuk terlihat menarik. Kenali diri sendiri, tampil nyaman, dan percaya diri. Sederhana pun bisa tetap elegan,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.