SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo membawa kabar melegakan terkait penanganan ratusan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang menjadi korban dugaan keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Sabtu sore (5/9/2026), pihak Dinas Kesehatan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Sidoarjo bekerja optimal tanpa kendala. Kabar baiknya, mayoritas pasien dilaporkan terus membaik dan diupayakan seluruhnya bisa dipulangkan ke rumah atau pondok hari ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa penanganan taktis dan respons cepat terhadap para korban telah dilakukan jajarannya sejak hari pertama insiden tersebut dilaporkan.
“Dari awal, kondisi semua pasien relatif stabil. Seluruh penanganan medis sudah dilaksanakan sejak hari pertama adanya kasus, dan tidak ada kendala di fasyankes,” ujar dr. Lakhsmie saat dikonfirmasi oleh media, Sabtu sore (5/9/2026).
Mengenai data korban, dr. Lakhsmie menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus melakukan verifikasi berkala agar data yang disajikan ke publik benar-benar akurat. “Saat ini kami masih melakukan konsolidasi data terdampak. Namun, kemungkinan hari ini semua pasien sudah dipulangkan,” imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai penanganan pasca-rawat, dr. Lakhsmie menyebutkan tidak ada instruksi medis khusus yang mendesak bagi para santri yang dipulangkan karena kondisi fisik mereka yang sudah pulih secara signifikan. Kendati demikian, sistem pemantauan fasyankes tetap terbuka lebar bagi para santri jika membutuhkan pemeriksaan ulang.
“Tidak ada instruksi khusus (pasca-pulang). Kalau nanti ada keluhan, mereka bisa berobat ulang ke fasyankes terdekat,” terang dr. Lakhsmie.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan massal ini sempat viral dan memicu kepanikan luar biasa setelah ratusan anak dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing massal. Langkah tegas pun telah diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menangguhkan (suspend) operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah selaku penyedia makanan, serta mencopot kepala unitnya akibat kelalaian prosedur distribusi pangan.
Dengan adanya konfirmasi resmi dari Dinkes Sidoarjo mengenai kondisi pasien yang stabil dan mulai kosongnya ruang perawatan sore ini, masyarakat—khususnya para orang tua wali murid—diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi hoaks yang beredar di media sosial. (Red)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.