MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Rekognisi Penelitian Kolaboratif Mahasiswa dengan Pendampingan Dosen Tahun 2026 memasuki tahap evaluasi. Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat (URPM) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Seminar Antara untuk memantau perkembangan penelitian sekaligus memastikan target program berjalan sesuai rencana.
Forum tersebut mempertemukan tim mahasiswa dan dosen pendamping untuk mempresentasikan perkembangan riset yang tengah dikerjakan. Setiap tim menyampaikan capaian penelitian, perkembangan luaran, kendala selama pelaksanaan, serta langkah yang akan ditempuh hingga penelitian selesai.
Seminar antara tidak hanya menjadi ruang pemaparan hasil sementara. URPM FITK juga menjadikannya sebagai instrumen monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengidentifikasi bagian penelitian yang masih memerlukan perbaikan maupun percepatan.
Aspek pengelolaan anggaran turut menjadi perhatian dalam evaluasi. Serapan dana penelitian diperiksa untuk memastikan penggunaannya tetap mengacu pada rencana kegiatan dan ketentuan yang berlaku serta memiliki keterkaitan dengan pencapaian target penelitian.
Ketua URPM FITK, Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si., menilai seminar antara diperlukan untuk menjaga pelaksanaan penelitian kolaboratif tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keterlibatan dosen dalam program tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pendamping dalam aspek metodologi dan substansi penelitian. Kolaborasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melakukan riset secara langsung bersama akademisi.
Melalui proses presentasi dan evaluasi, setiap tim dapat memperoleh gambaran mengenai posisi penelitian mereka sekaligus menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan pada tahap berikutnya. Kendala yang ditemukan selama pelaksanaan menjadi bahan untuk menyusun strategi penyelesaian penelitian.
URPM FITK selanjutnya mendorong tim penelitian melakukan tindak lanjut terhadap hasil seminar, terutama pada tahapan yang belum mencapai target. Penyelesaian penelitian, pencapaian luaran, serta penggunaan anggaran menjadi tiga aspek yang perlu berjalan secara beriringan.
Program Rekognisi Penelitian Kolaboratif Mahasiswa dengan Pendampingan Dosen Tahun 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proses penelitian dengan pendampingan dosen. Melalui skema tersebut, pengalaman riset tidak hanya diperoleh dari pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan dalam proses penelitian yang berlangsung secara langsung.
Seminar antara sekaligus menjadi titik evaluasi sebelum penelitian memasuki tahap penyelesaian. Hasil forum diharapkan dapat membantu setiap tim memperjelas tindak lanjut, menyelesaikan kendala, dan memastikan luaran penelitian dapat dicapai sesuai target program.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.