Langsung ke konten
Sabtu, 26 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Proyek Pagar Labkesmas Rp530 Juta Disorot, Kontraktor Diduga Abaikan K3

Oplus_16908288

SAMPANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembangunan pagar Labkesmas yang bersumber dari anggaran DAU earmark Tahun Anggaran 2026 mendapat sorotan. Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan di lapangan diduga belum memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara memadai.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Pagar Labkesmas dengan nilai kontrak sebesar Rp530.716.863. Proyek tersebut berada di bawah Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, dengan nomor pekerjaan 027/3179/YANKES-SDR/434.203/2026, tertanggal 3 September 2026.

Adapun penyedia jasa tercantum CV Brahmana Jaya, dengan sumber dana DAU Earmark.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah material pekerjaan berada di area yang berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan umum. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas proyek berlangsung berdekatan dengan akses yang digunakan masyarakat.

Selain persoalan material, aspek keselamatan pekerja juga menjadi sorotan. Sejumlah pekerja disebut tidak menggunakan perlengkapan K3 secara lengkap sebagaimana standar keselamatan kerja yang seharusnya diterapkan dalam kegiatan konstruksi.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi risiko, baik bagi para pekerja maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Warga berharap pihak kontraktor maupun instansi terkait tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan standar keselamatan diterapkan selama proyek berlangsung.

Iklan

“Jangan sampai proyek berjalan, tetapi keselamatan pekerja dan pengguna jalan justru diabaikan,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media, penanggung jawab pekerjaan disebut bernama Fathor.

Namun, saat media Jatimsatunews&tim mendatangi lokasi proyek, yang bersangkutan tidak ditemui. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon seluler juga belum mendapatkan respons karena nomor yang dihubungi tidak dapat tersambung.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari pihak CV Brahmana Jaya terkait penerapan K3 maupun penempatan material yang berada di sekitar akses pengguna jalan.

Media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak kontraktor dan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang agar pemberitaan tetap berimbang. (Bersambung…)

Editor: Fachrylb | Pewarta: Dian

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.