Langsung ke konten
Sabtu, 5 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Wisuda Bukan Akhir Perjalanan, Rektor UIN Malang Dorong 800 Lulusan Segera “Action”

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, meminta 800 wisudawan Periode III Tahun 2026 tidak menjadikan gelar akademik sebagai titik akhir perjalanan. Setelah meninggalkan kampus, para lulusan justru dituntut menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah ke dalam tindakan dan kontribusi nyata.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Ilfi dalam prosesi Wisuda Periode III Tahun 2026 yang berlangsung Sabtu (5/9/2026). Di hadapan para wisudawan, ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah perguruan tinggi, yakni mencintai diri sendiri, menghormati orang tua, dan menjadikan nilai agama sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Saya hanya ingin menyampaikan pesan, pertama cintailah dirimu, jangan buat hancur nama besarmu, orang tuamu, dan masa depanmu,” ujar Prof. Ilfi.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada diperolehnya ijazah. Gelar akademik harus menjadi modal untuk memasuki fase kehidupan berikutnya, baik melalui dunia kerja, pengembangan kompetensi, maupun pendidikan lanjutan.

Ia mendorong para lulusan untuk mulai membaca peluang yang tersedia, termasuk mencari informasi mengenai pekerjaan, program pengembangan diri, serta beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral.

Untuk menggambarkan pentingnya tindakan setelah memperoleh ilmu, Prof. Ilfi mengaitkannya dengan konsep isim, fi’il, dan huruf dalam kajian Alfiyah Ibnu Malik. Jika isim berkaitan dengan identitas dan huruf berfungsi menghubungkan makna, fi’il yang berarti kata kerja menjadi gambaran mengenai pentingnya tindakan.

Karena itu, ia meminta lulusan tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi segera mengubah pengetahuan tersebut menjadi kerja nyata.

“Jangan hanya berkata-kata. Jangan setelah wisuda berhenti sampai di sini saja. Tapi action, kerja nyata. Itu yang harus kalian siapkan,” katanya.

Jangan Lupakan Peran Orang Tua

Selain mendorong lulusan untuk aktif setelah wisuda, Prof. Ilfi mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua. Menurutnya, pencapaian akademik yang diraih mahasiswa tidak terlepas dari dukungan keluarga selama menjalani proses pendidikan.

“Yang kedua cintailah orang tua yang mencintai kalian, mintalah doa kepada beliau, peluklah mereka,” tuturnya.

Ia meminta para lulusan tetap melibatkan orang tua dalam perjalanan kehidupan setelah kampus. Doa dan dukungan keluarga, lanjutnya, tetap memiliki arti penting ketika lulusan memasuki lingkungan kerja maupun mengambil keputusan dalam kehidupan berikutnya.

Hadapi Arus Informasi dengan Ketahanan Diri

Pesan berikutnya berkaitan dengan kemampuan lulusan menghadapi derasnya perkembangan teknologi dan informasi. Prof. Ilfi menilai kemudahan memperoleh informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda.

Iklan

Menurutnya, akses terhadap berbagai informasi perlu diimbangi kemampuan menyaring konten dan mengendalikan diri. Ia mengingatkan wisudawan agar tidak mudah terbawa arus negatif yang berkembang di ruang digital maupun media sosial.

“Kita ketahui sekarang derasnya arus informasi dapat diakses tanpa batas, jika ada yang negatif jangan sampai terpengaruh,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan sosial yang menjadi perhatian publik, seperti kekerasan, pelecehan seksual, pembunuhan, hingga percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan ketahanan mental dan kemampuan menjaga diri.

Bagi Prof. Ilfi, nilai-nilai agama dapat menjadi salah satu pijakan penting bagi lulusan ketika menghadapi kompleksitas kehidupan. Kemajuan teknologi tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya maupun menjauh dari nilai yang diyakini.

Dari Kampus untuk Memberi Manfaat

Setelah menyelesaikan pendidikan, 800 wisudawan UIN Malang kini menghadapi pilihan dan peluang yang lebih beragam. Sebagian akan memasuki dunia kerja, sebagian lainnya dapat memilih jalur kewirausahaan, melanjutkan pendidikan, maupun berkontribusi melalui bidang yang sesuai dengan kompetensinya.

Karena itu, Prof. Ilfi meminta lulusan proaktif mencari informasi dan mempersiapkan diri menghadapi fase tersebut.

“Paling nyata itu action, kalian harus persiapkan, akseslah informasi dunia kerja karena kita akan menjadi khoirunnas anfauhum linnas,” pungkasnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa capaian akademik baru menjadi bermakna ketika diikuti kemampuan untuk mengamalkan ilmu. Bagi para lulusan, wisuda bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan titik awal untuk membawa kompetensi, nilai, dan pengalaman dari kampus ke ruang kehidupan yang lebih luas.

Dengan bekal tersebut, lulusan UIN Malang diharapkan mampu menjaga diri, menghormati keluarga, beradaptasi dengan perubahan, serta mengambil peran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.